Polri Tampik Penangkapan Aktivis Politik Ikuti Selera Penguasa

Iliustrasi - Topi PDH Polri./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Hasil survei dari Indikator Politik Indonesia tentang persepsi publik menunjukkan makin represifnya polisi terhadap aktivis politik yang berbeda pandangan politik dengan penguasa. Sebagian masyarakat menilai polisi cenderung mengikuti selera penguasa.

Menjawab tudingan itu, Kepala Biro Penerangan masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menegaskan penindakan atau penangkapan oleh Polri selama ini berdasar prosedur dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Polri selama ini bergerak terkait dengan penangkapan atau penindakan, semua berdasarkan laporan polisi model A atau model B. Tentunya kami proses berdasarkan konstruksi hukum,” ujar Awi dalam jumpa pers, di Bareskrim Polri, Senin (26/10/2020).

Awi memastikan seseorang yang dijerat tindak pidana oleh polisi, maka yang bersangkutan pasti telah melakukan pelanggaran.

“Kami tidak semena-mena terhadap yang berbeda pendapat. Tentu semua unsurnya ada di undang-undang dan karena memang polisi pelaksana undang-undang,” ucapnya.

Ia menegaskan, setiap pihak yang tidak puas terhadap penindakan Polri, dipersilahkan menempuh jalur hukum melalui sistem praperadilan, sebagaimana diatur pasal 77 KUHAP.

“Silakan mengetes sah atau tidaknya penangkapan atau penahanan,” tegas Awi.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia mencatat mayoritas responden cenderung setuju atau sangat setuju terhadap aparat yang bertindak secara seenaknya menangkap warga yang berbeda haluan politik dengan rezim penguasa.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden sepanjang 24-30 September dengan toleransi kesalahan atau margin of error sekira 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Hasilnya menunjukkan responden yang menjawab sangat setuju sebesar 19,8 persen; 37,9 persen agak setuju; 31,8 persen tidak setuju; 4,7 persen tidak setuju sama sekali; serta tidak tahu sekira 5,8 persen.

Tak hanya itu, survei juga menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap kebebasan sipil.

Mayoritas masyarakat mengatakan cenderung setuju atau sangat setuju, terkait situasi demokrasi hari ini. Warga yang menajwab situasi kini makin takut untuk menyuarakan pendapat sebesar 79,6 persen; makin sulit berdemonstrasi atau melakukan protes (73.8 persen); dan aparat dinilai makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pandangan politiknya dengan penguasa (57,7 persen).(rwo)

Comments

comments