Polri Terima Puluhan Laporan Dugaan Tindak Pidana Pilkada 2020

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono/ Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Polri sejauh ini sudah menerima 90 dugaan laporan perkara tindak pidana Pilkada 2020. Dari jumlah itu, 13 perkara yang baru ditangani polisi.

Demikian dikatakan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Rabu (7/10).

Awi menjelaskan belasan dugaan tindak pidana terjadi di Kutai Timur, Hulu Sungai Tengah, Lampung Timur, Marowali Utara, Minahasa Utara, Kepulauan Aru, Waropen, Supiori, Raja Ampat, Merauke, hingga terakhir Membramo Raya.

Dari 13 kasus yang baru tertangani, kata Awi, ada beberapa kasus yang disetop proses penanganannya, sehingga pihaknya mesti mengeluarkan surat penghentian penyidikan (SP3).

Rinciannya, SP3 ada 6 perkara, dan dua perkara lainnya masuk proses penyidikan. Sedangkan, yang berstatus P-19 ada satu perkara.

“Serta tahap lidik sebanyak empat perkara,” tegas Awi.

Jenderal bintang satu itu menjabarkan terdapat lima dugaan pelanggaran pidana, baik yang diduga diperbuat oleh para paslon hingga tim kampanye. Pertama, ada delapan kasus teridentifikasi sebagai pelanggaran yang memalsukan serta tidak melaksanakan proses verifikasi dan rekapitulasi.

Kedua, ada perkara terkait calon petahana yang melakukan mutasi pejabat pada enam bulan sebelum mencalonkan diri. Ketiga, dilaporkan terkait dua kasus soal menghilangkan hak politik seseorang untuk menjadi calon. Keempat, ditangani juga satu kasus tentang mahar politik untuk memenangkan satu paslon.

Kelima, satu kasus yang tengah diusut ihwal pelanggaran protokol kesehatan dalam kampanye. Diduga paslon bersangkutan memobilisasi massa melebihi batas aturan yang ditetapkan KPU, yakni tidak lebih dari 50 orang. (rwo)

Comments

comments