PPKM “Pukul” Pedagang Kaki Lima, APLKI Yogya Minta Jam Operasional Usaha Diperpanjang

Ketua APKLI Kota Yogyakarta Wawan Suhendra./Foto: Acuantoday.com (chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta―Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendesak pemerintah untuk memperpanjang jam operasional usaha, jika kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilanjutkan.

“Jika selama PPKM pada 11-25 Januari jam operasional usaha dibatasi sampai pukul 19.00, maka APKLI meminta diperpanjang hingga pukul 22.00 seandainya Pemda DIY melanjutkan PPKM,” kata Sekretaris DPW APKLI DIY Mochlas Madani usai pertemuan dengan pengurus DPD APKLI kabupaten/kota, Selasa (19/1).

Dikatakan Mochlas, APKLI DIY dan kabupaten/kota sepakat akan tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 sesuai ketentuan pemerintah. 

Namun demikian, kegiatan usaha tetap berjalan sebagai biasa.

Menurut dia, pandemi Covid-19 merupakan masalah yang berat dihadapi berbagai pihak. Apalagi PKL yang selama ini hidupnya tergantung bantuan.

“Kalau ini terus berlangsung maka aman sangat berbahaya. Bisa mengubah mental jiwa PKL yang sebenarnya enterpreuneur atau berjiwa wirausaha,” tambah.

Dalam pertemuan hadir Penasihat DPW APKLI DIY Sujarwo Putro, Ketua DPD APKLI Bantul Eko Mahardi, Ketua DPD APKLI Sleman Prabowo, Ketua DPD APKLI Kota Yogyakarta Wawan Suhendra, dan Ketua Angkringan Malioboro Yati.

Mochlas juga menyatakan, APKLI meminta agar pemerintah tidak memperpanjang PPKM, karena memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian.

Sementara itu, Wawan Suhendra mengatakan, selama pandemi Covid-19 para PKL telah kehilangan omzet yang sangat besar, terutama dari mahasiswa.

“Perputaran uang dari mahasiswa di Yogya pertahun Rp150 miliar. Sekarang ini Rp0. Mahasiswa sangat membantu para PKL dalam perolehan omzet terbesar,” tambahnya. (chaidir)

Comments

comments