PPP Klaim Aspirasi Buruh Masuk Dalam UUCK

Rapat paripurna yang mengagendakan pengambilan keputusan tingkat II Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (5/10). Sebanyak tujuh fraksi di DPR menyetujui RUU Cipta Kerja, sedangkan dua fraksi lainnya yaitu Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai keadilan sejahtera (FPKS) menolak./Foto : Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta―Partai Persatuan Pembangunan mengklaim, masukan dan aspirasi dari para serikat buruh sudah diakomodir dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Namun, diakui tidak semua masukan itu dapat dimasukan dana UU yang baru disahkan DPR 5 Oktober 2020 lalu.

“Terhadap masukan-masukan tersebut sudah kami pelajari dan diperjuangkan dalam pembahasan RUU Cipta Kerja. Sebagian ada yang diakomodir dan sebagian lain tidak diakomodir,” kata Sekretaris Fraksi PPP Ahmad Baidowi, Rabu (14/10).

Baidowi menegaskan, masukan atau aspirasi dari para serikat buruh itu sudah dipelajari oleh Fraksi PPP, dan selanjutnya diperjuangkan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja bersama fraksi lainnya di DPR.

Awiek, begitu biasa disapa, juga mengklaim pihaknya sudah sering berdiskusi dengan para serikat buruh sebelum UUCK ini disahkan.

Lalu, ia membeberkan, bahwa fraksi PPP ikut menerima KSPI pada 20 Januari 2020 di ruang rapat Baleg DPR RI Nusantara 1.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menerima audiensi dan daftar masukan dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) pada 1 Juli 2020, di Ruang Fraksi PPP.

“Kami, juga menerima berkas masukan dari Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) pada 15 September 2020 di ruang Baleg DPR. Menerima masukan dari serikat pekerja pada 11 Agustus 2020 bersama pimpinan DPR di ruang KK 5,” tambahnya.

Mantan wartawan ini juga menuturkan, Fraksi PPP telah mendapatkan penjelasan dari jajaran Pemerintah, dalam rangka penyerapan aspirasi dari kelompok pekerja, maka mulai dari Presiden sampai dengan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) untuk bertemu dengan hampir semua pimpinan organisasi pekerja di Indonesia.

Menko Perekonomian disebutnya sudah melakukan pertemuan dengan serikat buruh tiga kali, dan bersama Menko Polhukam dua kali.

“Menaker (minus Said Iqbal dan Andi Gani, karena walk out), kurang lebih 14 kali pertemuan pertama, Said Iqbal dan Andi Gani-walk out dan tidak mengikuti pertemuan-pertemuan selanjutnya,” beber Awiek. (rht)

Comments

comments