Presiden Anugerahkan Nakes COVID-19 Bintang Jasa

Presiden Joko Widodo. (Foto : Biro Pemberitaan Istana Kepresidenan RI)

Acuantoday.com, Jakarta- Presiden Joko Widodo menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa kepada 25 tenaga kesehatan (nakes) penanganan COVID-19 yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Upacara penganugerahan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/11/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pemberian Bintang Jasa berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 119/TK Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 6 November 2020.

Rinciannya Bintang Jasa Utama dianugerahkan kepada 2 penerima, Bintang Jasa Pratama kepada 14 penerima, dan Bintang Jasa Nararya kepada 9 penerima.

Untuk Bintang Jasa Pratama disematkan kepada 14 perawat yang merupakan tenaga kesehatan (nakes) penanganan COVID-19 dan meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Ke 14 perawat nakes penerima Bintang Jasa Pratama itu yaitu Almarhumah dr. Bernadette Albertine Francisca, Sp.THT. (Dokter RS Bhayangkara Makassar dan RS Awal Bros); Almarhumah dr. Ketty Herawati Sultana (Dokter RS Medistra Jakarta); Almarhum dr. Berkatnu Indrawan Janguk (Dokter RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya).

Kemudian Almarhumah Nurlaela, A.M.K. (Perawat RS Abdi Waluyo Jakarta), Almarhum Agus Indarto, A.M.K. (Perawat RS Dr. Oen Solo Baru), Almarhumah Hastuti Yulistiorini, A.Md.Kep. (Perawat RS Siloam Surabaya), Almarhum Hery Soesilo, S.Kep., Ns. (Perawat Ahli Muda pada RSPI Sulianti Saroso Jakarta), Almarhumah Ari Puspita Sari, S.Kep., Ns. (Perawat RS Royal Surabaya).

Berikutnya Almarhumah Suhartatik, A.Md.Kep. (Perawat RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya), Almarhum H. Umar, S.Kep., Ns. (Perawat RSUD Nene Mallomo Sulsel), Almarhumah Sri Agustin, A.Md.Kep. (Penata Muda Tk. I atau Perawat RSUD Sidoarjo);
12. Almarhumah Sulistiowati, A.Md.Kep. (Perawat RSAL Surabaya), Almarhumah Vivitra Wallada Tika, A.Md.Kep. (Perawat RS Gotong Royong Surabaya; dan
Almarhum Untung, S.Kep., Ns., M.Kes. (Perawat Ahli Madya RSUD Ulin Banjarmasin).

Adapun untuk Bintang Jasa Nararya dianugerahkan kepada para dokter dan direksi rumah sakit yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya menangani pandemi COVID-19 yaitu Almarhum dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ., M.K.K. (Dirut Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta), Almarhumah dr. Ratih Purwarini, M.Si. (Dokter RS Duta Indah Jakarta).

Lalu Almarhum Dr. dr. Lukman Shebubakar, Sp.OT (K)., Ph.D. (Dokter RS Premier Bintaro Jakarta), Almarhum dr. H. Hasan Zain, Sp.P. (Dokter RS Islam Banjarmasin), Almarhum dr. Mikhael Robert Marampe (Dokter RS Permata Bunda Cibitung),
Almarhum dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S. (Dokter RS USU Medan).

Selanjutnya Almarhum Dr. dr. Heru Prasetya, Sp.B., Sp.U. (Dokter RSUD Ulin Banjarmasin), Almarhumah Nani Suhartini, A.Md.Kep. (Perawat RS Sukmul Sisma Medika Jakarta); dan Almarhum H. Saidi, S.K.M. (Perawat Puskesmas Tonrorita Kab. Gowa).

Untuk diketahui, saat menyampaikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan bahwa beberapa tokoh berhalangan hadir dalam acara penganugerahan ini.

“Ada beberapa yang tidak hadir. Ada yang dalam kondisi kurang sehat, ada yang orang tuanya dalam kondisi sakit, dan ada beberapa pejabat yang sekarang masih menjabat dan beliau ada tugas khusus. Pak Gatot, mantan Panglima TNI, bersurat kepada Bapak Presiden tidak hadir. Isinya nanti Pak Menkopolhukam akan menyampaikan,” ujarnya.

Mengutip siaran pers Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Suprayitno yang dipublikasikan pada 11 November 2020, dalam memberikan pertimbangan dan usulan penganugerahan tanda kehormatan tersebut Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 yang mengatur kriteria pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan.

Kriteria tersebut di antaranya adalah berjasa dan berprestasi luar biasa dalam merintis dan mengembangkan pendidikan, perekonomian, sosial, seni, budaya, agama, hukum, kesehatan, pertanian, kelautan, lingkungan, dan/atau bidang lain serta berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

71 Tanda Kehormatan

Secara keseluruhan Presiden Joko Widodo menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa kepada 71 orang penerima dalam upacara Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan tahun 2020.

Dalam penganugerahan ini, Kepala Negara memberikan tanda kehormatan kepada para pejabat atau mantan pejabat negara pada Kabinet Kerja 2014-2019 dan para tenaga medis yang gugur dalam menangani pandemi Covid-19 (diwakili ahli waris) sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan kiprah mereka.

Tanda kehormatan Bintang Mahaputera dianugerahkan kepada total 46 penerima dengan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/TK Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 6 November 2020 dengan rincian Bintang Mahaputera Adipradana dianugerahkan kepada 32 penerima dan Bintang Mahaputera Utama kepada 14 penerima. (har/rht)

Comments

comments