“Presiden Malioboro” Umbu Landu Paranggi Berpulang di Bali

Umbu Landu Paranggi/Foto:Indozone

Acuantoday.com, Denpasar – Kabar duka datang dari Pulau Dewata. Penyair dengan sebutan “Presiden Malioboro”, Umbu Landu Paranggi meninggal dunia di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Bali, Selasa (6/4).

Menghembuskan nafas terakhir pada usia 77 tahun, Umbu sempat beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Lahir di Sumba Timur 10 Agustus 1943, Umbu adalah penyair yang juga “provokator” dan guru yang melahirkan penyair dan sastrawan kesohor semisal  Eko Tunas, Linus Suryadi AG, Iman Budhi Santoso , Ragil Suwarno Pragolapati dan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.

Tahun 1969, Umbu mengelola rubrik sastra Mingguan Pelopor Yogya. Di masa – masa itulah, ia membentuk komunitas penyair Malioboro, dimana peminat sastra dan para “calon penyair” bergabung dan menempa diri. Umbu pun mendapat gelar “Presiden  Malioboro.”

Umbu menghilang dari Yogjakarta pada 1975. Belakangan diketahui ia tinggal di Bali. Dan, mulai 1979 sampai akhir hidupnya Umbu “menjabat” sebagai redaktur sastra harian Bali Post.

Di halaman koran Bali Post yang dikelolanya  Umbu “memprovokasi”  para penyair dan sastrawan pemula, persis seperti yang ia lakukan ketika mengasuh ruang sastra Mingguan Pelopor Yogjakarta.

Umbu juga tak lelah-lelahnya menyambangi dan memberi sentuhan pada para penggiat di kantong – kantong sastra di berbagai pelosok Pulau Dewata.

Beberapa murid Umbu di Bali yang namanya berkibar antara lain Cok Savitri, Raudal Tanjung Buana, Oka Rusmini dan Putu Fajar Arcana.

Entah mengapa Presiden Malioboro itu memilih Bali sebagai tempat “perjuangan” terakhirnya. Selamat jalan penyair dan guru sejati, Umbu Landu Paranggi . (Bram).

Comments

comments