Presiden Serie A Liga Italia Ingin Pertandingan Dihadiri penonton

Foto arsip - Pendukung tim nasional Italia saat menyaksikan pertandingan Kualifikasi EURO 2020 melawan Yunani di Stadion Olimpico, Roma, Italia, pada 12 Oktober 2019. (Foto : AFP)

Acuantoday.com, Roma- Presiden Serie A selaku operator kompetisi kasta tertinggi Liga Italia, Paolo Dal Pino, menginginkan pertandingan di liga mereka juga boleh dihadiri penonton, menyusul keputusan diizinkannya stadion diisi untuk pertandingan EURO 2020 di Italia pada Juni-Juli nanti.

Federasi sepak bola Italia, FIGC, pada Selasa (13/4/2021) mengkonfirmasi pemerintah setempat mengizinkan penonton untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan EURO 2020 yang akan digelar di Stadion Olimpico, musim panas mendatang.

Penonton diperbolehkan mengisi 25 persen dari total kapasitas 70 ribu Stadion Olimpico, yang akan menjadi lokasi tiga pertandingan timnas Italia dalam fase penyisihan Grup A serta satu laga perempat final EURO 2020.

Oleh karena itu, Dal Pino meminta pemerintah juga mengizinkan pertandingan Liga Italia dalam beberapa pekan mendatang hingga akhir musim dihadiri sekurang-kurangnya 1.000 penonton di tiap laga.

“Saya menyambut baik keputusan pemerintah. Serie A sudah menyiapkan protokol ketat selama setahun terakhir agar publik bisa hadir lagi ke stadion, dengan keselamatan dan pengamanan penuh bagi penonton, dengan prosentase yang berangsur-angsur naik,” kata Dal Pino dalam keterangan yang dilansir Reuters, Rabu (14/4/2021).

Ia berharap dalam beberapa pekan ke depan bisa menyambut kembali setidaknya 1.000 penonton ke stadion, setara dengan jumlah yang pernah diizinkan awal musim ini, sembari menerapkan praktik jaga jarak memadai di luar ruangan.

“Dengan memantau perkembangan situasi pandemi, tingkat infeksi dan angka vaksinasi, saya cukup optimistis pekan penutup Serie A bisa dihadiri dengan kapasitas penonton setara yang diizinkan untuk EURO 2020,” ujarnya menambahkan.

Di Italia, tingkat kematian akibat Covid-19 mencapai 115.088 jiwa, kedua terbanyak di Eropa setelah Britania Raya.

Negara itu hingga hari ini melaporkan 3,79 juta orang pernah atau sedang tertular Covid-19.(har)

Comments

comments