Program Pengelolaan Sampah Jakarta Terkendala Keaktifan Warga

Beberapa gerobak sampah di sebuah lokasi di Jakarta./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Pempov DKI Jakarta mengakui salah satu sulitnya menerapkan program Jakarta Recycle Center (JRC), yaitu pengelolaan sampah lingkup Rukun Warga (RW), adalah keaktifan warga.

“Program ini, dalam pelaksanaannya, terlihat partisipasi pemilahan sampah oleh warga mengalami fluktuasi keaktifan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih di Jakarta, Jumat (16/10).

Andono menyebut, program JRC tersebut mengalami inkonsistensi dengan berbagai penyebab, terutama terkait sarana dan prasarana serta pendampingan.

“Karena itu, dibutuhkan pendampingan intensif serta penyediaan sarana-prasarana yang menunjang pemilahan sampah,” kata dia.

DLH ingin berkolaborasi mengembangkan JRC dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengangkutan sampah terpilah dan terjadwal agar mempermudah daur ulang.

“Pemprov DKI Jakarta melihat adanya peluang kolaborasi antara lembaga pemerintah dan badan usaha swasta untuk membantu melakukan pendampingan pemilahan sampah kepada warga dari aspek sosial hingga aspek teknis,” ujarnya.

Sampai saat ini program JRC telah melibatkan sekitar 1.335 rumah tangga di lokasi pemukiman warga, yakni di komplek Bukit Mas, Ozone dan Taman Alfa Indah di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dalam program tersebut, setiap warga mendapatkan edukasi untuk melakukan pemilihan berdasarkan delapan kategori, yaitu sisa makanan, plastik, kertas, botol PET dan cup, logam, kaca, B3 dan residu.

“Petugas mengangkut sampah terpilah tersebut secara rutin sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” kata Andono.

Program JRC ini diadaptasi dari Kota Osaki (Jepang) dan merupakan salah satu wujud implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga (RW). (mad)

Comments

comments