Protes ke Anies, Menperin Ingatkan Industri Bakal Tertekan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang. /Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Gelombang kritis mengalir ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyusul keputusannya yang akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pada 14 September 2020 mendatang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengingatkan, kebijakan Anies menarik rem darurat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dapat memengaruhi industri manufaktur. 

“Apalagi kalau diikuti provinsi lain,” katanya dalam Rakornas Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (10/9).

Agus pantas khawatir sebab, saat ini industri manufaktur sedang menggeliat sehingga penerapan PSBB total berpotensi menekan laju positif tersebut.

“Kami melihat industri yang sudah menggeliat ini kami khawatir mendapat tekanan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Agus juga mengingatkan, kebijakan PSBB total akan membuat proses substitusi impor bakal terhambat. Padahal, pemerintah sudah menargetkan program substitusi impor sebesar 35 persen pada 2022.

Agus menyebut, substitusi impor dapat mendorong penguatan devisa negara dan struktur industri, meningkatkan produktivitas nasional, serta penciptaan global value chain.

Kemudian juga menyehatkan neraca perdagangan dan mampu meningkatkan utilisasi produksi pengolahan.

“Kalau PSBB diketatkan di Jakarta dan daerah lain akan mempengaruhi program substitusi impor kami yang ada di Kemenperin,” tegasnya, seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan rata-rata utilisasi atau pemanfaatan produk impor nasional mencapai 75 persen sebelum ada pandemi COVID-19, namun pada April dan Mei turun di kisaran 30 persen sampai 35 persen karena PSBB.

“Per hari ini 53 persen sampai 54 persen. Kami akan dorong mencapai 60 persen pada 2020, 2021 akan kami dorong menjadi 75 persen, dan 2022 kami dorong jadi 85 persen,” jelasnya. (adi)

Comments

comments