Proyek Fiktif PT Waskita Karya, KPK Sita Uang Rp12 Miliar dan Blokir Sejumlah Aset

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri./Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp12 miliar dan memblokir sejumlah aset, termasuk tanah proyek dari kasus korupsi proyek fiktif PT Waskita Karya.

Kasus yang membelit korporasi pelat merah itu, berdasarkan laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mencapai Rp202 miliar, sehingga sehingga perlu langkah hukum penyitaan untuk menanggulangi kerugian.

“KPK baru saja melakukan penyitaan beberapa dokumen, uang dan aset sebagai berikut, uang lebih kurang Rp12 Miliar, satu aset tanah disita, serta puluhan aset telah diblokir dan saat ini sedang dilakukan verifikasi,” kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam pesan tertulis Kamis (22/10).

Diketahui, ada lima pejabat korporasi jasa konstruksi itu yang tersandung tindak pidana korupsi.

KPK menjerat mantan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya tahun anggaran 2009-2015.

Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Selain dia, KPK juga menjerat dua orang sebagai tersangka, yaitu Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana, dan Wakil Kadiv II Waskita Karya Fakih Usman.

Mantan petinggi Waskita lain yang dicokok KPK adalah mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS), dan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta.

Para pejabat Waskita Karya tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Setidaknya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya.

Proyek tersebut tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, hubgga Papua. (rwo)

Comments

comments