Merapi Mulai Keluarkan Awan Panas, Terjadi Hujan Abu Tipis

Luncuran awan panas Gunung Merapi pukul 12.50. berdasarkan pantauan visual dari Pos Pengamatan Panguk. (Foto : BPPTKG Yogyakarta)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Gunung Merapi mulai mengeluarkan guguran awan panas, Kamis (7/1/2021). Pertama keluar pukul 08.02 WIB, dan kedua pada pukul 12.50 WIB.

Meski sudah meluncurkan awan panas, namun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geoligi (BPPTKG) Yogyakarta tidak mengubah status Merapi, dan hingga kini masih Siaga (level III) Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada wartawan mengatakan, awan panas baik pagi dan siang teramati mengarah ke hulu Kali Krasak.

Ia menjelaskan, luncuran awan panas tersebut teramati pukul 08.02 WIB di mana seismograf menunjukkan amplitudo maksimal 28 mm dan durasi 154 detik. Cuaca Merapi diketahui cerah berawan di mana luncuran terlihat mengarah ke hulu Kali Krasak.

“Tadi terjadi awan panas guguran, pukul 08.02 WIB tercatat arah ke Kali Krasak dengan tinggi kolom 200 meter. Jaraknya tidak teramati karena tertutup kabut. Kalau melihat durasinya, ini jaraknya pendek, kurang dari 1 km,” kata Hanik.

Penyebab guguran awan panas sendiri menurut Hanik dimungkinkan berasal dari gundukan kecil yang ada di kawah Merapi sisi barat daya. Itu pula yang membuat luncuran mengarah ke barat daya hulu Kali Krasak.

“Kemarin ada gundukan kecil, diperkirakan itu yang terjadi awan panas. Tetap ke arah barat daya hulu Kali Krasak. Untuk masyarakat kami harap tetap waspada karena sudah ada awan panas pertama. Perkembangan terus kita pantau dan ikuti informasi arahan pemerintah daerah,” tandas dia.

Kepala BPPTKG Yogyakarga Hanik Humaida.(Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Terkait status, Hanik menyebut masih berada pada Level III (Siaga). Penentuan status tersebut didasarkan pada potensi ancaman penduduk yang saat ini masih berada di 5 kilometer dari puncak.

“Semua status aktivitas gunung api dasarnya penilaian pada ancaman penduduk. Kalau ini kita sudah berikan rekomendasi potensi 5 kilometer, yasudah itu masih aman. Saat ini potensi bahaya masih ada di situ,” pungkasnya.

Disebutkan BPPTKG belum mendapat laporan terjadinya hujan abu akibat guguran awan panas pukul 08.02 WIB tadi. Namun dari beberapa informasi dilaporkan terjadi hujan abu tipis di kawasan Selo dan Gunung Bibi.

Dikemukakan, pada luncuran awan panas kedua ini, tinggi kolom teramati 200 meter di puncak dan mengarah ke hulu Kali Krasak sejauh 300 meter. Awan panas kedua tercatat di seismogram dengan amplitudo 21 mm dan durasi 139 detik.

“Tinggi kolom teramati 200 m di atas puncak, jarak luncur sekitar kurang lebih 300 m ke arah hulu Kali Krasak (sisi barat daya),” ujar Hanik.

Kepada masyarakat, Hanik mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman potensi bahaya Gunung Merapi.

“Karena ini sudah awan panas pertama. Perkembangannya kami terus pantau. Untuk masyarakat tetap ikuti informasi dan arahan dari pemerintah daerah,” bebernya.

Adapun hingga kini status Gunung Merapi belum berubah, yakni siaga atau level III. “Sekali lagi saya ingatkan, status gunung api itu penilaian terhadap ancaman penduduk. Kami sudah memberikan asesmen potensi bahaya kemarin maksimal 5 km. Sampai saat ini potensi bahaya belum lebih dari 5 km,” tandasnya. (Chaidir)

Comments

comments