PSBB Total DKI Diberlakukan Lagi, Airlangga: Gas dan Rem Tidak Bisa Mendadak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech secara daring pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang perindustrian, perdagangan, dan hubungan internasional, Kamis (10/9). ?Foto: Kementerian Koordinator Perekonomian

Acuantoday.com, Jakarta –  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam menangani pandemi Covid-19, kepercayaan publik harus dijaga. Dalam menentukan kebijakan “gas dan rem” tidak bisa dilakukan mendadak .

Sebab, menurut Airlangga, tidak semua ekonomi terkait faktor fundamental.

“Tetapi, juga ada faktor sentimen terutama di sektor capital market,” kata Airlangga saat  

memberikan keynote speech secara daring pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang perindustrian, perdagangan, dan hubungan internasional, Kamis (10/9). 

Airlangga mengatakan, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi membutuhkan rencana jangka menengah hingga tahun 2022-2023. 

Beberapa program utama yang akan disasar, menurutnya, antara lain program yang berkaitan dengan kesehatan, bantuan sosial, padat karya untuk menjaga permintaan, restrukturisasi, dan transformasi ekonomi. 

Di tahun 2021, kata Airlangga, biaya penanganan Covid-19 akan tetap berfokus pada kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembiayaan korporasi, serta sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. 

Pemerintah pusat, tegas dia, juga mendorong agar masing-masing pemerintah daerah menjalankan program, memacu perekonomiannya, serta melakukan belanja barang dan belanja modal. 

“Dengan demikian, secara agregat kita bisa menjaga pertumbuhan,” pungkasnya. (ahm)

Comments

comments