PT Pupuk Indonesia Produksi 9,41 Juta Ton di Kuartal Ketiga

PT Pupuk Indonesia (Persero)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan kinerja konsolidasi yang positif pada kuartal ketiga 2020.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, para periode itu, perseroan telah berhasil memproduksi pupuk dalam bentuk produk sebesar 9.416.703 ton, atau setara 116,2 persen dari rencana periodesasi yang sama di angka 8.104.744 ton.

Sementara produksi amoniak sebesar 5.347.154 ton atau berkisar 114,6 persen dari rencana pada periodesasi yang sama di kisaran 4.664.293 ton.

“Pencapaian produksi pupuk lebih tinggi dari rencana. Ini dikarenakan pabrik Kami dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi,” kata Bakir dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/11).

Pupuk Indonesia juga telah berhasil mencatatkan kinerja positif di bidang pemasaran dengan mampu menjual produk pupuk mencapai 9.926.928 ton, atau 123,23 persen dari rencana kuartal ketiga tahun 2020 di angka 8.055.517 ton.

Dengan begitu, sampai dengan 31 September 2020 ini Pupuk Indonesia Grup telah membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp53,54 triliun, atau setara 106,5 persen dari rencana periodisasi yang sama sebesar Rp50,25 triliun.

Bakir menambahkan, Pupuk Indonesia juga aktif dalam upaya pemulihan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM. Hal ini diimplementasikan melalui program Pasar Digital (PaDi) UMKM yang diprakarsai Menteri BUMN.

Perusahaan pun telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target transaksi melalui PaDi di tahun 2020 sebesar Rp2 triliun.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dalam berbagai bentuk, mulai dari pemberian bantuan alat kesehatan, pembangunan fasilitas pemeriksaan test Covid, dan lain sebagainya. Total bantuan Pupuk Indonesia Grup untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai Rp129 miliar.

Ada pun pencapaian positif di bidang tata kelola, Pupuk Indonesia menjadi salah satu BUMN terdepan yang berhasil meraih Sertifikat Manajemen Anti Penyuapan.

Bersama enam anak perusahaannya, Pupuk Indonesia telah berhasil mengimplementasikan arahan Kementerian BUMN yang mendorong seluruh perusahaan negara untuk meningkatkan penerapan tata kelola perusahan melalui sertifikasi SMAP SNI ISO 37001:2016. Hal tersebut tertuang dalam Surat Kementerian BUMN Nomor S-17/S.MBU/02/2020 tanggal 17 Februari 2020. (ahm)

Comments

comments