Publik Diminta Tenang Merespon Proses Hukum Penembakan Laskar FPI

Ilustrasi - Penembakan polisi. Polrestabes Medan mengungkap dugaan sementara motif penembakan terhadap Ajun Inspektur Satu Robinson Silaban yang terjadi di Jalan Gagak Hitam, Medan Sunggal, Selasa (27/10) karena permasalahan utang-piutang./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan meminta publik tetap tenang dalam merespon kejadian meninggalnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Pasalnya, saat ini ada dua versi kronologi kejadian meninggalnya enam laskar FPI, yakni dari pihak kepolisian dan FPI.

“Kedua kronologi yang beredar harus ditelisik agar dapat diketahui berita yang benar dan valid sesuai yang terjadi di lapangan,” kata Syarief Hasan di Jakarta, Rabu (9/12).

Politisi Partai Demokrat ini meminta masyarakat tetap tenang dalam menanggapi pemberitaan media terkait masalah tersebut. Dirinya meminta masyarakat tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

“Negara kita adalah negara hukum sebagaimana yang tertuang dalam UUD NRI 1945. Sehingga, sudah sepatutnya kita menunggu dan menghargai proses hukum atas kasus ini,” pintanya.

Syarief Hasan juga mengajak Komnas HAM membantu dalam proses investigasi masalah tersebut, agar terungkap kebenaran dari masalah ini, baik versi polisi maupun versi FPI.

“Kita ini bangsa yang besar dan harus mengedepankan dan memelihara persatuan dan Kesatuan. Kita harus semakin bersatu dan kita yakin kasus ini akan terang benderang sehingga masyarakat tetap percaya terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia,” jelasnya.

Saat ini, kata Syarief Hasan, Kepala Kantor Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko mengakui Pemerintah akan mendalami kasus tersebut, dan mengingatkan masyarakat untuk memberi waktu Pemerintah guna mengungkapkan kasus tersebut secara transparan dan akuntabel. (rht)

Comments

comments