Publik Marah, Pemerintah Jepang Tegaskan Tak Prioritaskan Vaksin untuk Atlet Olimpiade

Arsip foto - Lingkaran Olimpiade terlihat di depan markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) saat wabah COVID-19 di Lausanne, Swiss, 26 Januari 2021. (Foto : Reuters)

Acuantoday.com, Jakarta―Pemerintah Jepang menegaskan mereka tidak akan memprioritaskan atlet Olimpiade dan Paralimpiade untuk menerima vaksin Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi sebuah laporan media yang menyebutkan pemerintah Jepang akan mempertimbangkan untuk memastikan agar atlet Olimpiade dan Paralimpiade bisa mendapat vaksinasi pada akhir Juni.

Pemberitaan itu mengundang amarah publik di media sosial. Namun, Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato langsung membantah laporan tersebut dan mengatakan, pemerintah tidak akan memprioritaskan para atlet untuk mendapat vaksin, demikian dilaporkan Reuters, Kamis.

Seorang warganet menyebut, atlet tidak memerlukan vaksin karena mereka masih muda dan sehat. Yang paling membutuhkan saat ini adalah pekerja medis, para lansia dan orang-orang yang menderita penyakit kronis.

Untuk menjaga pasokan vaksin yang terbatas, warga biasa pun tidak mungkin mendapat giliran vaksin sebelum musim panas.

“Berikan (vaksin) kepada ibuku dulu. Semua atlet masih muda dan sehat,” kata salah satu pengguna Twitter.

“Ini sangat aneh mengingat kami tidak tahu apakah semua lansia akan menerima vaksin mereka pada pertengahan Juni. Lalu kalian akan memberikan semua atlet vaksin?” tulis Aoiumi2. (adi)

Comments

comments