Puluhan Hotel di Yogya Gulung Tikar

Hotel Mutiara Yogya yang dibeli Pemda DIY untuk dijadikan pusat usaha mikro kecil menengah (UMKM). (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Sejak terjadinya pandemi Covid-19 dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020, sudah puluhan hotel di Yogyakarta dengan beragam kelasnya gulung tikar dan terpaksa dijual.

Bahkan hotel bintang 4 yang posisi sangat strategis di Jalan Malioboro yaitu Hotel Mutiara sudah dijual dan dibeli oleh Pemerintah DIY. Rencananya Hotel Mutiara akan dijadikan sentra usaha kecil menengah dan mikro (UMKM).

Terhadap masalah ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY memberi perhatian serius sekaligus merasa prihatin. DPRD DIY yang berharap ada langkah nyata Pemda DIY untuk melakukan upaya penyelamatan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, RB Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan pemerintah seharusnya berpikir mencari opsi untuk mengurai kondisi tersebut. Saat ini menurut Dwi, DIY mengalami kekurangan shelter yang bisa memanfaatkan hotel-hotel tersebut.

“Apalagi ini kita kan kekurangan ruangan rumah sakit. Yang dijual ini coba dipetakan mana yang representatif untuk rumah sakit. Mana yang mungkin ditransaksikan ya ditransaksikan,” ucap Dwi kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Dwi meminta Pemda membaca peluang yang ada dari hotel-hotel tersebut. Apakah kemungkinan memanfaatkan hotel sebagai ruang untuk UMKM seperti yang sebelumnya direncanakan pada Hotel Mutiara.

“Ada juga mungkin survei bisa untuk UMKM seperti yang sudah dilakukan pada Hotel Mutiara. Apalagi UMKM ini kan disebut sebagai penunjang perekonomian DIY tapi sarana prasarana minim sekali,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD DIY, Nurcholis Suharman menambahkan bahwa sangat memungkinkan mengubah fungsi hotel sebagai shelter lantaran penularan Corona masih tinggi di DIY. Di sisi lain, tanggap darurat Covid-19 juga masih terus diperpanjang di DIY hingga 28 Februari mendatang.

“Sebaiknya memang dilakukan, karena ini situasinya darurat maka sebaiknya pemerintah daerah juga memiliki pola pikir kedaruratan, termasuk pengadaan ruang perawatan. Kalau memungkinkan ya dilakukan, difungsikan hotel-hotel itu,” katanya. (Chaidir)

Comments

comments