Puluhan WNI Korban Perdagangan Orang Dipulangkan

Sebanyak 18 orang tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Suriah dipulangkan kembali ke Indonesia oleh KBRI Damaskus pada 25 April 2019. (KBRI Damaskus)

 Acuantoday.com, Jakarta – Sebanyak 43 warga negara Indonesia (WNI) korban tindak pidana perdagangan orang  dipulangkan dari Timur Tengah.

Rinciannya, 40 orang dipulangkan KBRI Damaskus di Suriah pada 27 November dan tiga orang dipulangkan KBRI Abu Dhabi di Uni Emirat Arab pada 30 November.

“Masih maraknya pengiriman pekerja migran sektor domestik ke Timur Tengah saat kebijakan moratorium menunjukkan bahwa mereka rentan menjadi korban perdagangan orang,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kamis(3/12).

Kemlu, kata Retno,  telah berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab memberangkatkan para migran ke Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia telah memberlakukan moratorium pengiriman pekerja migran ke negara-negara Timur Tengah sejak 2015.

Namun, aturan itu dikritisi oleh sejumlah pihak, salah satunya Migrant Care. Lembaga itu  menyebut moratorium justru membuat  praktik perdagangan orang ke Timur Tengah  semakin tidak terkendali.

Menurut Ketua Pusat Kajian Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah, masih ada pekerja migran Indonesia yang berangkat ke Timur Tengah melalui jalur   ilegal.

“Yang berangkat melalui jalur-jalur tidak resmi bahkan ilegal itu yang jadi tidak terawasi dan justru rentan menghadapi masalah di negara tujuan,” kata Anis saat dihubungi Antara. (eta)

 

 

Comments

comments