Punya Nilai Ekonomi, Banyak Guiding Block di Malioboro Hilang

Tim Forpi Yogya mengecek kondisi guiding block di kawasan Malioboro./Acuantoday.com (chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta―Banyaknya guiding block untuk penyandang disabilitas tunanetra di kawasan Malioboro yang hilang, mendapat sorotan Forum Pemantau Independen (Forpi) Yogya. 

Pasalnya, hal serupa juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Lenyapnya guiding block di trotoar Malioboro diduga barang tersebut memiliki nilai jual karena terbuat dari logam.

Forpi menyarankan guiding block bisa diganti dengan tegel.

Dari pantauan  Acuantoday.com di lapangan, Rabu (24/2), guiding block yang hilang masih belum diganti dapat baru karena menunggu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro.

Anggota Forpi Yogya, Baharuddin Kamba mengatakan, Forpi telah melakukan pemantauan terkait fasilitas umum (Fasum) berupa guiding block atau tactile paving, yang digunakan khusus bagi penyandang disabilitas tunanetra di kawasan wisata Malioboro.

“Jika diurut dari hotel Inna Garuda (utara) hingga selatan depan Gedung Agung, diduga ada ratusan tactile paving yang hilang,” kata Kamba.

Hilangnya guiding block sebagai alat bantu petunjuk jalan bagi penyandang disabilitas tunanetra ini juga pernah ditemukan Forpi dalam pemantauan pada 2019 lalu. 

Kamba berharap Pemkot lebih serius lagi menjaga fasilitas umum di kawasan Malioboro, khususnya fasilitas untuk disabilitas sebagai wujud kota ramah disabilitas.

Relawan pendamping disabilitas Yogya Elinovita mengatakan, rusaknya guiding block di Malioboro karena masyarakat umum belum merasa memiliki. “Kemungkinan mereka tidak tahu atau paham kenapa guiding block dipasang,” kata Elinovita.

Myta sapaan akrabnya, mengatakan, saat dirinya mendampingi tuna netra di Malioboro banyak masyarakat umum duduk atau berdiri dengan santai menghalangi guiding block dan mereka tidak beranjak sebelum pendamping mengucapkan permisi. 

Kondisi tersebut mendandakan masih banyak masyarakat umum belum memahami fungsi guiding block.

Bukan hanya untuk tunanetra, namun bagi disabilitas yang menggunakan kursi roda, kata Myta juga masih kesulitan atau tidak leluasa ketika menggunakan fasilitas trotoar Malioboro. 

Dia berharap masyarakat umum menyadari bahwa fasilitas untuk disabilitas juga juga penting.

Sementara itu, Kepala UPT Malioboro, Ekwanto menyampaikan terimakasih atas informasi adanya kerusakan guiding block. Dia akan segera memperbaikinya melalui pihak ketiga.

Menurut dia kerusakan guiding block selama ini disebabkan oleh gerobak pedagang kaki lima yang rodanya besi sehingga tergilas dan merusak guiding block

Dia meminta PKL yang menggunakan gerobak beroda besi untuk berhati-hati. (chaidir)

Comments

comments