Rahmad Handoyo: Menkes Hanya Buka Data

-Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo/dpr.go,id

Acuantoday.com Jakarta—Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo, merespon  kontroversi soal pernyataan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang menyebut masih ada tenaga kesehatan sekitar 3.500 dokter hingga perawat untuk menangani pandemi Covid-19 di tanah air.

Politisi PDI Perjuangan ini berpendapat, Terawan menyampaikan data yang ada, untuk meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia saat ini masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Pak Menteri Terawan menyampiakan data, tujuanya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa kita masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, ” kata Rahmad Handoyo, Rabu (16/9)

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR, M. Nasir Djamil menilai Terawan tidak etis karena menyebut masih banyak tenaga kesehatan cadangan sekitar 3.500 dokter hingga perawat. Ucapan tersebut dianggap tidak menunjukkan empati kepada para tenaga medis yang telah gugur.

Handoyo mengatakan, dirinya kurang sepakat kalau ada pihak yang menganggap pernyataan Menteri Terawan tersebut tidak etis dan seolah-olah tidak berempati kepada para tenaga medis yang telah gugur.

“Saya melihat, pak menteri menyebutkan jumlah dokter dan perawat, justru karena ingin memenangkan masyarakat. Bukan kah beberapa hari  belakangan ini masyarakat dikejutkan dengan informasi yang menyatakan rumah sakit perawatan pasien Covid-19   sudah penuh ? Saya kira begitu, pak menteri ingin menenangkan masyarakat,”katanya.

Handoyo menambahkan, yang paling penting saat ini bukan soal jumlah tenaga kesehatan yang ada. Tapi semua pihak harus bertindak dan bergotong royong  agar budaya hidup baru, seperti jaga jarak, penggunaan masker serta cuci tangan bisa lebih membumi.

“Saya kira displin yang tinggi, sesuai dengan protokol kesehatan merupakan bentuk penghormatan kepada para tenaga kesehatan yang telah gugur,”katanya. (Yori)

 

 

Comments

comments