Rangkap Jabatan, Legislator Nasdem Nilai Risma Tak Etis

Menteri Sosial, Tri Rismaharini/Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta-Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa mengatakan, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani telah menunjukkan sikap yang tidak etis kepada publik, karena menjabat dua tugas, yakni sebagai Mensos dan Walikota secara bersamaan. 

“Selain melanggar undang-undang, secara etis ya itu kan rasanya kurang etis kalau Bu Risma mempertahankan jabatan itu,” kata Saan kepada wartawan, Jumat (25/12) malam.

Saan menyarankan agar kader PDI Perjuangan ini memilih ingin tetap menjabat Mensos atau Walikota. 

Dan jika memilih salah satunya, maka Risma harus menyatakan mundur.

“Jadi ya, Bu Risma harus memilih mau tetap sebagai wali kota atau memilih mensos, kalau Bu Risma memilih mensos ya dia harus mengundurkan diri dari walikotanya,” ujarnya.

Menurut Saan, keputusan Risma untuk mundur dari salah satu jabatan tidak membuat keributan di publik. Selain itu, Risma juga bisa membenahi Kementerian Sosial yang saat ini krisis kepercayaan dari masyarakat, setelah pendahulunya tersandung korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19.

“Sehingga, tidak akan menimbulkan perdebatan di publik seperti hari ini. Alih-alih Bu Risma menyiapkan program bagaimana Kementerian Sosial ke depan menjadi lebih baik di tengah situasi pendahulunya terkena kasus hukum,” ucapnya.

Dikatakan politisi Partai NasDem ini, rangkap jabatan yang dilakukan oleh Risma menjadi contoh negatif bagi dirinya dan Pemerintah secara umum. Padahal, penunjukan dirinya sebagai Mensos untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Mensos.

“Akselerasi kinerja yang Pak Jokowi harapkan itu menjadi tidak diawali dengan hal yang positif,” tutupnya. (rht)

Comments

comments