Rapuh Jiwa Zakiah dalam Kendali Teroris

Detik-detik Zakiah Aini saat menyerang Markas Besar (Mabes) Polri, Rabu (31/3/2021) sebelum dilumpuhkan aparat Polri. (Foto : twitter)

Siang itu, Minggu (4/3/2021) sekira pukul 15:23 Waktu Indonesia Barat, suasana di depan rumah bercat putih tanpa pagar berlokasi di Gang Taqwa, RT 003/010 Jalan Lapangan Tembak, Kelurahan Kelapa, Ciracas, Jakarta Timur tidak seperti biasanya. Suasana riang yang biasa diisi dengan duduk bercengkerama sesama tetangga tak terlihat lagi.

Pemandangan di jalan yang hanya bisa dilewati satu mobil sejenis sedan atau minibus itu kini berubah total sejak warganya dikejutkan aksi teror di Markas Besar (Mabes) Polri pada, Rabu (31/3/2021) yang dilakukan oleh Zakiah Aini (25), salah satu warganya. Suasana di sepanjang di Gang Taqwa kini terlihat mencekam. Warga tak lagi berani berkumpul, setelah mengetahui rumah bercat putih di salah satu sudut jalan itu milik Zakiah dan keluarganya banyak disatroni banyak orang mulai dari aparat kepolisian, lurah dan awak media.

Tak nampak aktifitas di dalam rumah maupun disepanjang gang dengan luas sekira 2 meter itu. Rumah-rumah disekitaran itu pun tertutup, tak terkecuali kios milik Ibu Rani yang menjual sembako kebutuhan warga setempat. Gang yang biasanya ramai di sore hari itu tampak sepi lalu lintas warga dan hanya sesekali dilewati oleh pengendara motor.

Zakiah Aini meneror Mabes Polri seorang diri (lone wolf) menggunakan pistol berjenis airsoftgun yang dibeli dari seorang warga Aceh beberapa waktu lalu. Karena dinilai membahayakan orang lain, aparat kepolisian langsung menembak Zakiah Aini tepat di jantungnya.

Di mata tetangganya, Zakiah Aini adalah sosok pendiam dan tertutup. Ketertutupan perempuan kelahiran 1996 ini diketahui sejak kecil hingga dewasa. “Orangnya jarang keluar, setau saya dari dulu jarang keluar, jarang bergaul sama orang disini, dia di dalam saja,” ungkap Ibu Rani tetangga Zakiah Aini saat disambangi Acuantoday.com.

Rumah Zakiah Aini bersama keluarga besar di kawasan Jakarta Timur. (Foto : Rahmat/Amel/Acuantoday.com)

Rani, tetangga Zakiah penjual sembako menuturkan, selama ini ia jarang melihat putri suami istri M. Ali Nasution dan Sutini ini membaur dengan warga.

“Kalau soal teman-temannya dan tamunya saya kurang tau, biar rumah berdekatan tapi saya kan gak bisa nengok. Kalaupun liat paling orang yang lewat, paling abangnya, bapaknya, yang itu saja saya tau. Kalau dia ngga,” ucapnya.

Ketertutupan Zakian terus berlansung hingga dewasa. Perempuan yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gunadarma ini diketahui tetangga sejak di sekolah menengah pertama (SMP). Zakiah jarang sekali bermain dengan teman-teman seumurannya. Bahkan, setelah pulang sekolah Zakiah langsung mengurung diri di dalam rumah.

“Saya liat pas dia gak main itu umur SMP gitu, dia gak pernah main sampai SMA. Kalau ibu bapaknya itu biasa ngobrol ama tetangga, karena kenal udah lama ya,” ucap Rani.

Lain lagi cerita Ketua RT 003 Kasdi. Dari penuturan keluarganya, Kasdi tau beberapa waktu belakangan sebelum Zakiah melakukan aksi nekatnya, ia sering mengganti nomor telpon selulernya. Keluarganya pun seringkali sulit menghubunginnya.

Comments

comments