Redam Potensi Ricuh Pilkada, Polri Gandeng Influencer

Warga Papua saat memberikan suaranya di tempat pemungutan suara. Minggu (27/9) Polda Papua mengharapkan rakyat Papua dapat mematuhui dan taat pada protokol kesehatan (prokes) penanganan COVID-19 serta terus menggemakan Pilkada Serentak 2020 yang damai./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Polri saat ini telah memetakan apa saja yang menjadi potensi ricuh dalam gelaran pilkada.

Mulai dari gesekan antarpendukung pasangan calon hingga eskalasi saat adanya keberatan dari salah satu pihak yang tidak puas dengan hasil pilkada.

“Misalnya tidak puas dengan hasil Pilkada dan perhitungan Pilkada,” kata adiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Gedung Bawaslu Jakarta, Kamis (3/12). 

Untuk mengantisipasi hal itu, kata Argo, Polri meminta bantuan para influencer untuk mengkampanyekan pesan positif agar jalannya Pilkada Serentak berlangsung kondusif. 

Menurut Argo, menggandeng para influencer disebut sebagai salah satu cara untuk mengantisipasi potensi kericuhan, terutama saat hari pencoblosan 9 Desember nanti.

“Preventif yang kami lakukan koordinasi dengan influencer yang kami manfaatkan. Semua kami ajak untuk diskusi soal bagaimana pilkada ini bisa berjalan dengan baik,” katanya,

Pilkada 2020 akan menyerentakkan 270 pemilihan dalam satu hari. Sebanyak 100.359.152 pemilih di 309 kabupaten/kota akan terlibat dalam hajat politik ini. 

KPU mengumumkan sudah ada 721 paslon atau 1.442 orang yang telah ditetapkan sebagai peserta Pilkada 2020. Mereka terdiri atas 24 paslon yang maju dalam pemilihan gubernur dan 697 paslon yang maju di pemilihan bupati dan pemilihan wali kota. (rwo)

Comments

comments