Registrasi Vaksinasi Berdasar Status Agama, Bukan dari Tim Muhammadiyah

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang Jakarta, Kamis (25/2/2021)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Video viral tentang Program Vaksinasi Covid-19 ramai dipertanyakan publik.

Kegiatan yang melibatkan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah itu menunjukkan cuplikan seorang petugas yang menyatakan bahwa calon peserta yang ber-KTP non Islam tidak bisa mendaftar vaksinasi Covid-19.

“Yang mendaftar melalui online atau loket dot com dengan kategori dengan catatan kategori pelayan publik Muhamadiyah catatannya pelayan publik Muhammadiyah, kami mendapatkan informasi PICnya yang berada di belakang bahwa untuk KTP dengan agama non islam tidak bisa diregistrasi karena arahan dari PICnya ya. Terima kasih,” ucap petugas dalam video berdurasi 32 detik itu.

Menanggapi video itu, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) menyatakan bahwa cuplikan video yang berisi pengumuman salah satu personil panitia pelaksana vaksinasi lansia dan pelayan publik yang menyampaikan bahwa calon peserta vaksinasi dengan KTP non Islam tidak bisa diregistrasi tersebut tidak tepat.

Ketua Divisi Komunikasi Informasi MCCC Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budi Santoso menegaskan isi video tersebut tidak benar.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi itu diselenggarakan pihak Kementerian BUMN, sedangkan Muhammadiyah hanya sebagai mitra layanan vaksinasi.

Dalam kegiatan itu, MCCC hanya diberi mandat mengorganisasi warga Muhammadiyah di DKI Jakarta untuk mengikuti vaksinasi.

“Pernyataan dalam video itu berasal dari panitia, sama sekali bukan dari MCCC Muhammadiyah. Sekali lagi, yang mengumumkan dan menyatakan tidak akan meregistrasi dan melayani peserta ber-KTP Non-Muslim, bukanlah dari tim Muhammadiyah,” kata Budi, dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id pada Jumat (2/4/2021).

Budi mengatakan Muhammadiyah konsisten mengemban misi kemanusiaan secara infklusif, termasuk melaksanakan program vaksinasi untuk semua warga tanpa memandang suku, agama, ras, dan pilihan politik.

“Muhammadiyah terus aktif mengerahkan seluruh RS Muhammadiyah dan Aisyiyah se Indonesia untuk mensukseskan vaksinasi dan mengatasi pandemi Covid-19, serta terus berkomitmen hadir membantu masyarakat dari semua golongan tanpa diskriminasi,” kata Budi.

Berikut ini tanggapan resmi pihak Muhammadiyah:

Atas kejadian tersebut, kami dengan ini menyatakan sebagai berikut :

1. Pemerintah sudah melibatkan berbagai kelompok keagamaan dan kelompok masyarakat dalam upaya percepatan vaksinasi COVID-19. Salah satunya inisiatif Kementerian BUMN melibatkan Muhammadiyah dalam mengkoordinir Lansia dan Pelayan Publik Muhammadiyah (Guru Tenaga Pendidikan, Dosen, Dll) untuk dilakukan Vaksinasi. MCCC Muhammadiyah mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian Pemerintah dalam hal ini.

2. Keinginan masyarakat yang begitu besar untuk segera mendapat vaksin, mengakibatkan warga di luar target sasaran yang dimandatkan kepada MCCC banyak yang ikut mendaftar, sementara kuota peserta terbatas sesuai mandat.

3. MCCC menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan kepada warga yang di luar target sasaran belum bisa dilayani di kegiatan tersebut.

4. Secara umum target sasaran vaksinasi di Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia mengikuti mandat yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kesehatan dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan setempat.

5. Bahwa Muhammadiyah konsisten dalam mengemban misi Kemanusiaan khususnya dimasa Pandemi Covid-19 ini.

6. Muhammadiyah akan terus mengerahkan seluruh RS Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia untuk mensukseskan vaksinasi di Indonesia.(har)

Comments

comments