Revolusi Akhlak Ala Rizieq Shihab Diyakini akan Gagal

Habib Rizieq Shihab ditengah-tengah pendukungnya. (Foto :Rahmat/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Pengikut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) mengatakan, kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia untuk melakukan revolusi akhlak.

“Kepulangan HRS ke tanah air katanya mau lakukan revolusi akhlak? Apa iya?,” kata Sekjen Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98 Arwandi di Jakarta, Jumat (13/11).

Arwandi meyakini revolusi akhlak ala Habib Rizeq akan gagal, bahkan sesungguhnya kata dia, kegagalan Habib Rizeq memperbaiki akhlak sudah diperlihatkannya. Sebagaimana terlihat saat kedatangan Habib Rizieq di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Ada yang bilang ganggu kamtibmas mulai jalan macet, fasilitas rusak, jadwal penerbangan terganggu, parkir seenaknya di Tol menuju Bandara. Ya pantesan aja jadi bahan kritikan Denny Siregar, Abu Janda dan Dewi Tanjung. Apalagi Nikita Mirzani yang menyebut tukang obat,” ujarnya.

Meski begitu, Irwandi tetap ta’ziem dan mahabbah kepada Habib Rizieq. Dia lebih menyarankan agar revolusi akhlak tersebut meniru Habib Luthfi, Abuya Muchtadi dan para ulama-ulama yang menyejukkan.

“Saya sepakat dengan revolusi akhlak tapi cobalah datangin pengelola Bandara Soetta untuk minta maaf atas kerusakan fasilitas di sana. Karena itu adalah bentuk Haqqul Adami (pertanggung jawaban urusan anak Adam). Jangan sampai ada tuntutan di akhirat,” sarannya.

Bagi Arwandi, pemerintah sepertinya tidak mempersulit proses mudik pulang kampung HRS, dan justru menghargainya. Bahkan tanpa perlu mempersulitnya mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. “Faktanya demikian, beliau tidak dipaksa karantina dulu 14 hari di Wisma Atlet,” ujarnya.

Dari sisi lain, JARI 98 lebih mengacungi jempol aktivis senior Eggi Sudjana yang lebih memberikan edukasi, dan penyuluhan hukum. Meski Eggi adalah kritikus sejati, namun selalu memberi penyemangat untuk kemajuan bangsa.

“Sesuai hadist, Ilmu tanpa di amalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Kita satukan hati dan selaraskan Iman, dan mengharapkan ridho dari Nya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Arwandi juga angkat suara perihal pengajuan syarat Habib Rizieq Shihab jika akan ada rekonsiliasi dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Syarat tersebut adalah agar membebaskan sejumlah ulama dan aktivis yang dilakukan penahanan, seperti Abu Bakar Baasyir, Sugi Nur, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat hingga Bahar bin Smith.

“Celoteh yang tidak mendasar memposisikan dirinya seolah HRS adalah Presiden, Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan,” pungkasnya. (rht)

Comments

comments