Ribuan Hoaks tentang COVID Ditemukan, Aparat Penegak Hukum Diminta Lebih Tegas

Ilustrasi - Berita bohong alias hoaks.?Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan ada 1.197 temuan berita bohong alias hoaks tentang virus corona alias COVID-19. Temuan itu diperoleh dari 2.020 sebaran dari berbagai platform media sosial di facebook, instagram, twitter, maupun youTube.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Kominfo bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) harus melakukan upaya pencegahan terhadap informasi hoaks tersebut.

“Kemenkominfo bersama BSSN terus melakukan upaya pencegahan terhadap berita-berita hoaks, melalui kerja sama langsung dengan berbagai platform digital, dengan memantau berita hoaks yang beredar di masyarakat,” kata Bambang Soesatyo lewat keterangan persnya, Senin (19/10).

Bambang Soesatyo meminta agar Kemenkominfo bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku penyebar hoax di laman media mereka. Hal ini, kata Bambang Soesatyo agar penyediaan informasi kepada masyarakat benar dan tidak menimbulkan kegaduhan.

“Kemenkominfo bekerja sama dengan Kepolisian Unit Siber Crime untuk menindak tegas, baik produsen maupun penyebar hoaks dengan melakukan take-down atau blokir pada situs/akun yang terbukti melakukan penyebaran hoaks, sebagai upaya memberikan jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar,” tegasnya.

Ketua DPP Partai Golkar ini juga mendorong Pemerintah memberikan bimbingan, dan informasi bagaimana menilai suatu informasi yang baik dan benar, bukan merupakan informasi hoaks kepada masyarakat. “Diharapkan juga agar masyarakat untuk bijak dalam menerima, dan mencerna informasi yang beredar,” harapnya.

Politisi asal Jawa Tengah ini mengimbau agar masyarakat tidak percaya dengan sebaran informasi soal COVID-19, jika hal itu tidak bersumber dari Kementerian Kesehatan.

“Mengimbau masyarakat agar hanya mengakses informasi, ataupun berita perihal penanganan COVID-19 dan seputar COVID-19 pada situs resmi milik pemerintah (www.covid19.co.id dan www.covid19.kemkes.co.id), sebagai sumber berita yang valid dan akurat,” pungkasnya. (rht)

Comments

comments