Ribuan Sasaran Penerima Vaksin Covid-19 Tertunda

Proses vaksinasi massal Covid-19 petugas pelayan publik di Jogja Expo Center--foto chaidir

Acuantoday.com, Yogyakarta – Ribuan warga yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19 terpaksa ditunda mengikuti vaksinasi. Jumlah tersebut dari kalangan petugas pelayan publik maupun lansia.

Data dari Dinas Kesehatan DIY, hingga Sabtu (27/3/2021) tercatat jumlah petugas pelayan publik yang sudah teregistrasi untuk divaksin sebanyak 278.268 dari jumlah itu sebanyak 113.151 orang sudah diberikan pada dosis pertama dan sebanyak 1.505 calon penerima vaksin tertunda karena sejumlah hal. Adapun pada dosis kedua telah diberikan kepada 48.148 orang, sedangkan yang ditunda sebanyak 49 orang. Penundaan itu disebabkan karena faktor kesehatan seperti tensi terlalu tinggi.

“Kemudian untuk lansia, yang divaksin dosis pertama sebanyak 27.066 yang ditunda 211. Untuk dosis kedua sebanyak 302 sampai hari ini yang ditunda belum ada untuk lansia,” kata Kepada Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie.

Pembajun menyatakan terkait vaksin untuk siswa dan mahasiswa yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, Pemda DIY masih menunggu arahan dari pusat. Namun saat ini DIY menyiapkan dosis untuk tenaga pengajarnya. Sehingga sebelum tatap muka, maka semua tenaga pengajar harus sudah divaksin.

“Beberapa perguruan tinggi di Jogja sudah meminta kepada pemerintah untuk bisa difasilitasi vaksinasi. UGM telah diberikan vaksinasi untuk lansia saja dengan sasaran sekitar 2.000, kemudian dalam waktu dekat ini UNY sebanyak 3.500 orang. Selain itu UII tenaga pengajar 2.500 juga akan divaksin

Pembajun belum dapat memastikan terkait vaksinasi untuk siswa dan mahasiswa sebelum dilakukan pembelajaran tatap muka. Hal ini sangat bergantung pada kesediaan vaksin yang akan dipakai.

Pembajun belum dapat memastikan terkait vaksinasi untuk siswa dan mahasiswa sebelum dilakukan pembelajaran tatap muka. Hal ini sangat bergantung pada kesediaan vaksin yang akan dipakai.

“Soal mahasiswa atau siswa yang akan tatap muka apakah harus divaksin, saya pikir pemerintah akan melihat kekuatan dan kesediaan vaksin yang akan dipakai. Saat ini untuk DIY baru ada sinovac dan Astrazeneca,” ucapnya. (Chaidir)

Comments

comments