Ridwan Kamil Sebut 6,6 Juta Jiwa Sasaran Vaksin Covid-19 di Jawa Barat Gelombang II

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bercerita tentang upaya pemerintah daerah Jawa Barat memerangi pandemi Covid-19 dalam wawancara yang dilakukan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa, di Istana Kepresidenan yang disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10). /Foto: Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Acuantoday.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut sebanyak 6,6 juta jiwa yang menjadi sasaran penerima program vaksin Covid-19 di gelombang II. Lebih lanjut, Ridwan Kamil menambahkan jumlah 6,6 juta jiwa itu meliputi sebanyak 4.403.983 orang berasal dari kalangan lansia dan petugas publik 2.195.215 orang.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi saat akan menjalani vaksinasi Covid-19 termasuk kalangan lansia (lanjut usia),” ujar Ridwan dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Menurut Ridwan Kamil, tidak semua lansia di Jawa Barat akan menjalani suntik vaksin. Karena, sesuai aturan hanya yang memenuhi syarat yang tentu diharapkan proporsional. “Makanya saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berinovasi menggagas mobil vaksin demi mempercepat vaksinasi Covid-19 gelombang II yang berjalan,” tuturnya.

Ridwan Kamil ingin memfungsikan mobil vaksin tersebut untuk mengunjungi lansia yang menjadi sasaran penyuntikan vaksin Covid-19 serta menjangkau daerah terpencil. “Untuk lansia tentu ada keterbatasan fisik. Itu jadi atensi kami. Alhamdulillah kami diizinkan Pak Presiden menggunakan inovasi mobil vaksin,” ucap Ridwan Kamil.

Sehingga, kata dia, nanti jangan kaget kalau dalam program vaksinasi Covid-19 nanti ada mobil vaksin berkunjung ke daerah yang sulit di akses untuk menjemput para lansia.

Lelaki yang akrab disapa Emil itu juga menilai bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang saat ini berjalan sudah cukup efektif. “Hal itu terlihat dari penurunan tingkat keterisian rumah sakit. Sesuai data Dinas Kesehatan Jabar per 21 Februari 2021 keterisian rumah sakit 58,1 persen,” katanya. (dila)

Comments

comments