Rizieq Shihab Resmi Ditahan hingga 31 Desember 2020

Tersangka dugaan melawan undang-undang atau aparat berwenang, M Rizieq Shihab menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Acuantoday.com—Setelah menjalani pemeriksaan dari pukul 11.30 hingga 22.00 WIB, akhirnya Rizieq Shihab resmi ditahan. Rizieq mengenakan rompi tahanan keluar dari ruang pemeriksaan Minggu dini hari pukul 00.22 dan langsung masuk ke mobil tahanan Polda Metro Jaya yang telah beberapa jam standby  Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dalam keterangan pers, Kepala Divisi Humas Polri Argo Yuwini menyatakan, pemeriksaan dimulai pukul 11.30 dan selesai pukul 22.00 WIB. Ada 84 pertanyaan yang diajukan. Setelah pemeriksaan dibacakan kembali dan ada beberapa hal yang diperbaiki.

Disampaikan juga oleh Argo bahwa Rizieq yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, selama 20 hari ke depan terhitung tanggal 12 Desember 2020 hingga 31 Desember 2020.

Sebagaimana diketahui, pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) tiba di Polda Metro Jaya, Sabtu pukul 10.30 WIB guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sebelumnya, Kuasa Hukum HRS, Aziz Yanuar, menyebutkan bahwa kliennya siap ditahan jika penyidik menetapkan penahanan setelah dilakukan pemeriksaan, hari ini. “Insyaallah siap, beliau siap dengan segala kemungkinan, karena sebagai seorang pejuang,” ujar Aziz di Mapolda Metro Jaya, Sabtu.

Aziz mengaku pihaknya juga telah siap mendukung HRS jika penahanan harus dijalani oleh kliennya itu. “Segala upaya sudah dipersiapkan dan sudah dipikirkan matang-matang oleh pihak HRS dan juga tim kuasa hukum,” ujar Aziz.

HRS ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dengan jeratan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP.

Selain MRS, lima orang lain turut ditetapkan sebagai tersangka, yakni Haris Ubaidillah selaku ketua panitia, Ali bin Alwi Alatas (sekretaris panitia), Maman Suryadi (Panglima FPI dan penanggungjawab keamanan), Sobri Lubis (penanggung jawab acara), serta Idrus (kepala seksi acara).

Kelima tersangka tersebut, polisi menerapkan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.***dian

 

Comments

comments