RJ Lino Ditahan

Mantan Dirut PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) RJ Lino (tengah) meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (23/1/2020). RJ Lino diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Acuantoday.com, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino (RJ Lino), Jumat (26/3/2021).

RJ Lino akhirnya ditahan setelah lima tahun menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC).

Penahanan terhadap RJ Lino dilakukan setelah penyidik KPK melakukan pemeriksaan. Usai diperiksa, RJ Lino mengenakan rompi oranye tahanan KPK dengan tangan diborgol, berjalan menuju ruang konferensi pers terkait penahanannya.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan tersagka selama dua pekan sejak 26 Maret sampai dengan 13 April 2021 di Rutan Negara Kelas 1 Cabang KPK,” ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers.

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino diduga merugikan negara mencapai 3.625.922 dolar AS (sekitar Rp50,03 miliar) berdasarkan laporan audit investigatif BPKP tahun 2010 Nomor: LHAI-244/D6.02/2011 pada 18 Maret 2011. RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi dalam pengadaan tiga unit QCC pada 2010.

Lino juga diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan memerintahkan penunjukan langsung kepada perusahaan asal China untuk pengadaan tiga QCC tersebut. Pada saat itu, Lino menjabat Direktur Utama PT Pelindo II.

Kasus ini sudah diusut KPK sejak Desember 2015 lalu. Sejak saat itu RJ Lino beberapa kali diperiksa selaku tersangka. Pemeriksaan terakhir terhadap RJ Lino dilakukan KPK setahun lalu, tepatnya 23 Januari 2020.(Mmu)

 

Comments

comments