RS Polri Siapkan Posko Trauma Healing Keluarga

Seorang psikolog sedang memberikan trauma healing kepada anak-anak yang mengalami trauma. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyediakan layanan pendampingan psikologi untuk keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182, yang datang melapor.

“Kami ada posko pendampingan keluarga, perbantuan keluarga. Jadi keluarga yang sampaikan data antemortem di posko antemortem nanti, bisa beristirahat, kita siapkan psikolog yang akan membantu trauma healing, menenangkan keluarga dan sebagainya di posko perbantuan keluarga,” kata Wakil Kepala RS Polri Kombes Hariyanto saat jumpa pers di RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1).

Sejauh ini, Posko Antemortem Disaster Victim Identofication (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Jakarta Timur, telah menerima sebanyak 12 laporan dari keluarga korban.

Belasan keluarga yang melapor, diberlakukan serangkaian tes COVID-19, sebelum akhirnya dilakukan tes anamnesa atau tes untuk mengumpulkan data soal masalah kesehatan medis hingga family assesment atau pencocokan identitas dengan korban.

RS Polri juga telah menerima satu kantong bagian tubuh atau body part yang diduga korban atas peristiwa jatuhnya pesawat itu. Dari temuan tersebut, kemudian tim akan melakukan proses identifikasi berdasar data postmortem, istilah forensik dalam soal data fisik yang diperoleh dari penemuan jenazah.

Data-data tersebut seperti sidik jari, golongan darah, ciri-ciri fisik korban yang spesifik, konstruksi gigi geligi, foto rontgen dan foto diri korban lengkap dengan pakaian dan aksesoris yang melekat di tubuh korban.

Sementara itu, belasan keluarga yang melapor diberlakuan untuk pencocokan data antemortem terkait identifikasi sanak famili yang diduga jadi korban. Di samping itu juga memungkinkan untuk dilakukan pencocokan data postmortem tadi.

Terkait proses antemortem dibutuhkan untuk mengetahui data-data fisik khas dari korban sebelum meninggal. Mulai dari data umum korban seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian dan aksesoris yang dikenakan korban terakhir kali, sampai dengan barang bawaan korban serta kepemilikan lainnya.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 siang. Pesawat itu diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 siang. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan lantaran faktor cuaca yang tak mendukung.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah itu, 40 orang di antaranya dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra. (rwo)

Comments

comments