RSPAD Dorong Terapi Plasma Konvalesen untuk COVID-19

Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. /Foto: youtube

Acuantoday.com, Jakarta – Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto terus mengembangkan kegiatan donor plasma konvalesen. Terapi plasma konvalesen dilakukan dengan pemberian plasma dari donor pasien Covid-19 yang telah sembuh kepada pasien Covid-19.

“Agar terus dilakukan demi membantu penanganan pandemi COVID-19 yang sedang dihadapi Indonesia,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Donor plasma konvalesen menjadi upaya memenuhi stok kantong plasma demi membantu penanganan pasien pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sebelumnya, Kasad Jenderal Andika Perkasa juga telah menyampaikan pendonoran plasma tersebut dilakukan melalui beberapa gelombang.

Dengan mengikuti berbagai prosedur, para perwira yang sudah dinyatakan negatif dua kali hingga dapat mendonorkan darahnya untuk memenuhi ketersediaan plasma konvalesen.

Unit Mutu Transfusi Darah RSPAD dokter Jenie Erawati Muchti menjelaskan kegiatan donor plasma lanjutan ini sudah memasuki gelombang 11 dan 12, kali ini diikuti 30 perwira Secapa Angkatan Darat.

”Untuk saat ini jumlah Perwira Secapa AD yang sudah mendonorkan sebanyak 241, untuk hari ini ditambah 30, Iebih kurang jadi 271 kantong,” kata Jenie.

Unit Mutu Transfusi Darah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, menurut dia, sudah mendapatkan lebih dari 700 kantong plasma konvalesen.

Jumlah plasma yang sudah digunakan, yakni sebanyak 568 kantong untuk 40 rumah sakit. “Sebanyak 19 rumah sakit di Jakarta dan 21 rumah sakit di luar Jakarta. Dan untuk hari ini stoknya ada 508,” ujar Jenie.

Plasma konvalesen sering disebut sebagai terapi yang sedang diupayakan kepada pasien yang terinfeksi Covid-19, agar memiliki kekebalan tubuh lebih baik dalam melawan virus corona SARS-CoV-2.

Terapi plasma konvalesen dikenal sebagai bentuk pengobatan yang menjanjikan bagi pasien Covid-19.

Cara pengobatan dengan terapi plasma konvalesen dilakukan dengan pemberian plasma dari donor pasien Covid-19 yang telah sembuh kepada pasien Covid-19.

Terapi plasma konvalesen merupakan bentuk vaksinasi pasif, sebab dalam plama darah pasien Covid-19 yang sembuh mengandung kekebalan atau antibodi.

Antibodi inilah yang akan diambil untuk diberikan kepada pasien Covid-19. Namun tidak semua pasien Covid-19 bisa mendapatkan terapi plasma konvalesen.

Hal ini dikarenakan hanya pasien Covid-19 yang memenuhi kriteria yang diperbolehkan mendapatkan terapi plasma konvalesen.

Saat ini, berbagai rumah sakit pun telah melakukan aksi sosial donor plasma konvalesen untuk membantu menyembuhkan pasien Covid-19.

Direktur Eijkman Institute for Moleculer Biology (LBM Eijkman) Prof Amin Soebandrio, mengatakan saat ini di Indonesia khususnya di LBM Eijkman telah bekerjasama dengan banyak pihak, sedang melakukan pengujian terhadap plasma darah pasien yang telah sembuh dari infeksi Covid-19.

Pengujian atau penelitian terhadap plasma ini dilakukan untuk dapat menangani pasien dengan Covid-19 yang cukup berat reaksi tubuhnya, seperti terapi bagi pasien tersebut.(har)

Comments

comments