Rumah Sakit Siap, Menkes Terawan dan Menko Muhadjir Optimistis Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lancar

Menkes Terawan & Menko PMK Muhadjir tinjau simulai vaksinasi untuk nakes di RSPI Sulianti Saroso. Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Kesiapan pemerintah dalam vaksinasi Covid-19 sudah semakin matang. Rumah sakit sebagai tempat pemberian vaksin sudah menyiapkan sedemikian rupa, baik dari fasilitas kesehatan hingga tenaga kesehatannya (nakes).

Kesiapan rumah sakit, diawali dari tahap simulasi pemberian vaksin untuk para nakes terlebih dulu. Menteri Kesehatan (Menkes)Terawan Agus Putranto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy, meninjau langsung simulasi vaksinasi koronavirus untuk nakes di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (16/12). 

Kedua menteri sepakat, simulasi vaksinasi yang dilakukan secara baik merupakan pintu gerbang suksesnya vaksinasi yang bakal dilakoni secara masif pada waktu mendatang. 

Menkes Terawan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi yang hanya tinggal menunggu Emergency Use Authorization (EUA) dari lembaga terkait, mesti disikapi dengan persiapan sungguh-sungguh. Pemerintah ingin menjamin kesiapan rumah sakit, termasuk nakes dalam melakukan vaksinasi. 

“Karena bila waktu (vaksinasi) itu telah tiba, kita tidak ragu-ragu, karena kita sudah berlatih terus sehingga pelaksanaannya akan berjalan lancar. Tidak ada penumpukan, tidak ada yang merasa diabaikan. Jadi, semua terlayani dengan baik, karena itu latihan-latihan itu harus terus dilaksanakan,” kata Terawan usai meninjau simulasi vaksinasi. 

Urgensi simulasi vaksinasi dilakukan secara masif, kata Terawan, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kejadian di masa lampu saat imunisasi.  

“Sehingga kita harapakan kejadian KIPI pasca vaksinasi, bisa kita tekan atau bahkan bisa kita hindari,” ujarnya. 

Senada, menurut Menko PMK Muhadjir, kesiapan rumah sakit dalam pemberian vaksin mesti betul disorot. Sebab, untuk memastikan jangan sampai ada efek domino yang berdampak negatif dari vaksinasi. 

“Jadi kemungkinan suatu akibat atau konsekuensi yang tidak dikehendaki dan punya dampak negatif, terhadap hasil vaksinasi itu saya harapkan dipelajari, kemudian pastikan itu tidak terjadi,” katanya. 

Dalam kunjungan dua menteri tersebut, Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, memperlihatkan bagaimana alur vaksinasi. Dimulai dari proses pendaftaran, di mana nantinya nakes mesti menunjukkan barcode dari hasil registrasi melalui aplikasi garapan pemerintah, Peduli Lindungi. 

Setelah data terverifikasi, proses vaksinasi nakes berlanjut ke tahap skrining dan pemeriksaan dokter. Tahap ini nakes bakal diperiksa tekanan darah (tensi), suhu, gula darah. Lolos dari tahap ini, barulah vaksinasi dilakukan. 

Sesaat setelah vaksinasi, nakes bakal menjalani tahapan observasi dan edukasi. Tahap ini untuk memastikan apakah setelah 30 menit ada efek samping atau reaksi dari suntikan vaksin. 

Syahril bilang, nakes di rumah sakitnya yang sesuai kriteria untuk vaksinasi berjumlah sekitar 370-an. Dalam menjalani vaksinasi, ia optimistis bisa berjalan lancar. 

“Kami laporkan sudah membentuk panitia untuk persiapan vaksinasi. Jadi, kami sudah siap Insyaallah nakes kami yang memenuhi persyaratan siap untuk dilakukan vaksinasi,” ucapnya. (rwo)

Comments

comments