Rutin Minum Teh Kurangi Risiko Stroke

Ilustrasi--sumber youtube anglophenia

Acuantoday.com— Ada banyak penelitian tentang manfaat teh, salah satunya terkait dengan kesehatan jantung. Minum secangkir teh setidaknya dua hari sekali baik bagi jantung Anda. Hasil penelitian ini diterbitkan secara online pada European Journal of Preventive Cardiology.

Mengutip health.harvard.edu, studi tersebut memasukkan data lebih dari 100.000 orang dewan China yang merupakan bagian dari studi kesehatan jangka panjang. Para peserta memberikan informasi kesehatan dan perilaku, termasuk berapa banyak teh yang mereka minum. Ini berlangsung sekitar tujuh tahun.

Dibandingkan dengan orang yang minum kurang dari tiga cangkir teh seminggu, mereka yang minum lebih banyak memiliki risiko serangan jantung atau masalah terkait, 20% lebih rendah dan risiko kematian akibat penyakit jantung 22% lebih rendah.

Temuan tersebut tidak membuktikan bahwa minum teh bertanggung jawab atas manfaat tersebut. Tapi teh hijau dan hitam kaya akan senyawa yang disebut flavonoid yang membantu meredam peradangan, penyebab penyakit jantung. Minum teh juga dikaitkan dengan penurunan kolesterol dan peningkatan fungsi pembuluh darah.

Berdasarkan temuan, seorang peminum teh yang berusia 50 tahun yang sudah 1,5 tahun mengidap penyakit jantung, kemungkinan hidup sekitar 1 tahun lebih lama daripada penderita sakit jantung yang tidak pernah atau jarang meminum teh. Temuan ini diungkap oleh seorang peneliti dalam laporannya.

“Hasilnya menunjukkan kebiasaan konsumsi teh dapat dianggap “sebagai perilaku gaya hidup yang mempromosikan kesehatan secara keseluruhan,” tulis Vanessa Bianconi, seorang peneliti di Universitas Perugia, Italia dan penulis utama editorial yang menyertai penelitian baru tersebut. Demikian dikutip dari today.com.

Kemampuan teh untuk menurunkan tekanan darah mungkin menjadi alasan mengapa teh dapat mengurangi risiko seseorang meninggal karena stroke.

Teh, terutama teh hijau, kaya akan flavonoid, senyawa bioaktif yang dapat mengurangi stres oksidatif, meredakan peradangan, dan memberikan manfaat kesehatan lainnya, kata penulis studi tersebut. Mereka memperingatkan diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apakah hasil pada orang dewasa di China juga akan berlaku untuk orang di luar Asia Timur.***dian

 

Comments

comments