Sakit, Wakil Ketua DPRD DIY Pilih Tunda Vaksinasi COVID

Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta.(Foto : Chaidir : Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Para pejabat di lingkungan Pemda DIY dan tokoh masyarakat yang terdaftar sebagai orang yang disuntik vaksin Covid-19 perdana menjalani vaksinasi, Kamis (14/1/2021). Namun hanya seorang yang tidak ikut yaitu Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta.

Ketidakhadiran Suharwanta menjadi sorotan lantaran beberapa hari lalu sudah menyatakan kesiapan untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

Pemberian vaksin dilaksanakan pukul 09.00 WIB di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY melalui kegiatan Pencanangan Vaksinasi Perdana yang digelar oleh Pemda DIY. Adapun nama yang tercatat yaitu Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar, Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta, Kabinda DIY Rudi Iskandar, Kasi Pers Korem 072/Pamungkas, Yohanes Yudy Catur Prihartanto, Direktur RSUP dr Sardjito Rukmono Siswishanto, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastutie, Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Ikatan Dokter Indonesia DIY Tri Widjaya, Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia Wilayah DIY, Sri Arini Winarti, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY Fahmy Akbar Idries, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah DIY Gita Danu Pranata, Parasada Hindu Dharma Indonesia DIY, Nyoman Warta, Persatuan Umat Budha Indonesia DIY Ian Pasani, dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) DIY Yudono Suwondo.

Ketika pelaksanaan penyuntikan nama Suharwanta dilewati padahal sesuai urutan ia menempati nomor 5 setelah Kapolda DIY.

Mendengar tentang ketidakhadiran Suharwanta, langsung ditanggapi Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. Menurutnya wakil pimpinan DPRD DIY yang ikut dalam vaksinasi adalah Suharwanta berdasarkan keputusan diambil dari rapat internal pimpinan DPRD DIY karena mempertimbangkan faktor kesehatan dan usia pimpinan.

Namun begitu, ketidakhadiran Suharwanta dalam vaksinasi kali ini bukan karena adanya penolakan. Namun kondisi kesehatan Suharwanta kini tak mendukung karena sedang mengalami sakit.

“Beliau (Suharwanta) bukan tidak mendukung namun sedang sakit. Beliau baru kembali dari perjalanan dari Jakarta kemarin, lalu sekarang kondisinya sakit sehingga tidak memungkinkan mengikuti vaksinasi,” ungkap Huda pada

Huda menyampaikan bawasanya data vaksinasi perdana sudah diputuskan Pemerintah Pusat sehingga tak bisa digantikan begitu saja dalam waktu dekat. Hal tersebut yang menjadikan alasan tidak adanya perwakilan dewan yang turut dalam vaksinasi hari ini.

“Sudah seminggu lalu sampai ke Pemerintah Pusat sehingga tidak bisa digantikan. Kalau bisa pasti kami gantikan dengan yang lain,” kata Huda

Sedangkab Suharwanta yang dihubungi wartawan menyatakan sedang kurang sehat sehingga merasa tak layak menjalani vaksinasi.

Suharwanta menyatakan permohonan maaf karena tidak dapat mengikuti vaksinasi perdana. Ketidakikutsertaan tersebut bukan karena adanya penolakan atau ketakutan pada vaksin yang masih jadi perbincangan masyarakat beberapa waktu belakangan.

“Semula saya yang mewakili unsur Pimpinan DPRD DIY untuk ikut vaksinasi perdana DIY, tapi Selasa siang saya mendadak ada keperluan ke Jakarta. Baru tadi pagi kembali ke Yogya dalam kondisi kesehatan yang kurang baik dan butuh istirahat. Oleh karena itu dengan sangat menyesal saya putuskan untuk tidak mengikuti vaksinasi. Sebenarnya saya sangat antusias mengikuti vaksinasi perdana ini untuk mendukung program vaksinasi agar pandemi Covid-19 segera berakhir, tapi situasi dan kondisi memaksa saya untuk tidak mengikuti. Saya mohon maaf ke semua pihak atas keadaan ini,” ungkap Suharwanta.

Sementara ketua-ketua Fraksi DPRD DIY juga menyampaikan pernyataan sikap hari ini. Dewan dengan tegas mendukung program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah Pusat untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi.

“Gerindra DPRD DIY, kami dengan tegas mendukung vaksinasi Covid ini. Kami meminta elemen masyarakat yang memberikan pelayanan publik untuk didahulukan, jangan sampai muncul klaster baru lagi. Sekali lagi kami mendukung vaksinasi ini,” ujar Ketua Fraksi Gerindra, Danang Wahyu Broto.

Hal senada disampaikan Aslam Ridho, Ketua Fraksi PKB DPRD DIY yang menyatakam tidak ada satu orangpun di DPRD DIY yang membicarakan penolakan vaksin. Sebaliknya, dewan justru tak ingin didahulukan meski memiliki kemampuan untuk meminta.

“Tidak ada satupun yang menolak vaksinasi di DPRD, kami mendukung penuh. DPRD justru ingin mendahulukan nakes, pelaku UMKM sebagai prioritas penerima karena mereka pelayan publik. Jangan DPRD sebagai anggota dewan lalu minta didahulukan, kami tidak ingin seperti itu,” katanya. (Chaidir)

Comments

comments