Sanksi Pidana dan Edukasi Harus Sejalan bagi Pencemar Medsos

Ilustrasi - Informasi dan komunikasi dengan mudah diakses melalui media sosial (medsos) melalui perangkat telepon seleluar. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Tindakan tegas harus dilakukan kepada penyebar konten pornografi di media sosial. Tindakan tegas juga harus dibarengi edukasi tentang pentingnya menghindari pencemaran medsos dari konten pornografi.

Penegasan disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Abdul Kadir Karding menyusul pencemaran kembali medsos pasca tersebarnya video panas artis selebgram Gisella Anastasia.

“Saya kira penyebar video itu perlu mendapatkan sanksi pidana karena menyebarkan konten-konten pornografi,” kata Karding, kepada wartawan, Senin (9/11).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendesak aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan, sekaligus memberikan edukasi kepada para pengguna media sosial untuk tidak sembarangan menshare konten-konten porno.

“Jadi segera harus dilakukan penyelidikan sekaligus juga memberi pendidikan kepada seluruh pengguna medsos untuk tidak mudah melakukan share upload dengan label motivasi, mulai dari motivasi iseng sampai pada motivasi sengaja itu harus dihukum,” tegasnya.

Mantan Sekretaris Jenderal DPP PKB itu juga meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), untuk mendeteksi dengan cepat video berkonten pornografi. Sehingga video-video porno yang sengaja mau diupload sudah di takedown sebelum tersebar di laman media sosial.

“Saya kira Kominfo perlu ada satu cara atau sistem yang mampu mencegah bahkan mentake-down segera jika ada video-video yang kontennya negatif atau video-video seperti inilah,” pungkas Karding.

Diketahui, video panas mirip Gisel tersebar di laman media sosial pada, Sabtu (7/11). Video tersebut lantas viral dan menjadi pembahasan warga net. Aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan atas penyebaran video yang berdurasi 19 detik itu. (rht)

Comments

comments