Santri Bawa Sajam Mau Demo ke Monas Diamankan di Tangerang

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ./ Foto L Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Polisi mengamankan empat orang santri di daerah perbatasan Jakarta-Tangerang, yang didiuga bakal mengikuti aksi demo 1812 menuntut Rizieq Shihab bebas, di Istana Negara, Jakarta hari ini.

Kepada polisi, keempatnya mengaku santri dari Pondok Pesantren Malnu Pandeglang, Banten. Mereka diamankan aparat saat terkena razia di salah satu bus.

“Hasil razia diperbatasan Jatiuwung, diamankan santri dari Pondok Pesantren Malnu Pandeglang, Banten di bus BRT (bus rapid transit),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (18/12).

Saat digeladah, aparat menemukan sejumlah senjata tajam (sajam) di dalam tas mereka, berupa celurit. “Ada sebanyak tiga orang dan satu orang kedapatan membawa senjata tajam clurit,” ucap Yusri.

Kini, polisi membawa mereka ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. “Kami periksa dulu, tapi ini kan anak di bawah umur, nanti kami panggil orang tuanya buat menjemput dan dikasih arahan,” pungkas Yusri.

Aksi demo 1812 tak terelakkan berlangsung, kendati polisi sudah melarang. Massa gabungan dari FPI dan sejumlah ormas islam lain mulai memadati sekitaran kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, sejak 13 siang.

Polisi yang bertugas di lokasi pun berusaha memukul mundur massa aksi. Hingga pukul 15 sore ini, massa aksi masih bertahan menyuarakan tuntutan, yang antara lain: pengusutan tuntas pembunuhan enam anggota Laskar FPI, bebaskan Habib Rizieq tanpa syarat, hentikan kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum. (rwo)

Comments

comments