Satgas COVID Larang Konser musik, Bazar dan Kegiatan Berkerumun di Pilkada

Salah cuplikan konser musik saat deklarasi pasangan calon kepala daerah Pilkada Serentak 2020 di Gorontalo beberapa waktu lalu. Konser musik yang tersebar di media sosial tersebut mendapat kecaman dari banyak warganet karena mengabaikan protokol kesehatan COVID-19. /Foto: ist

Acuantoday.com, Jakarta- Pagelaran konser musik, bazar, jalan santai serta kegiatan yang menciptakan kerumunan orang banyak sebagai medium berkampanye para calon kepala daerah menimbulkan polemik.

Untuk menyudahi perdebatan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menegaskan Peraturan KPU (PKPU) telah tegas mengatur tentang larangan seluruh kegiatan kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang menyebabkan kerumunan orang banyak.

“Semua kegiatan kampanye yang menimbulkan kerumunan dan potensi penularan, itu dilarang,” tegas Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito pada konferensi pers daring dari Kantor Presiden Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Konser musik, bazar, jalan santai dan kegiatan lain merupakan kegiatan pengumpulan orang banyak yang dilarang UU karena berpotensi mempercepat terjadinya penyebaran virus corona.

“Jangan ciptakan kerumunan karena kerumunan tersebut berisiko meningkatkan penularan<‘ imbuh Wiku.

Wiku mengatakan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020, yang merupakan perubahan dari Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020, telah mengatur larangan kampanye yang menimbulkan kerumunan massa.

Para calon kepala daerah diminta untuk menggunakan cara-cara kampenye yang sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. “Silahkan berkampanye dengan cara lain supaya betul-betul bisa melindungi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, tahapan Pilkada dapat tetap dilakukan namun dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat. “Prinsip solus populi suprema lex artinya keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi itu yang harus kita jaga betul,” ujarnya.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi sebelumnya menyatakan dalam Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2020 terdapat ketentuan yang mengatur dapat diselenggarakannya kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye.

Kegiatan lain itu dapat dilaksanakan dalam bentuk rapat umum, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai, perlombaan.

Kemudian, kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah, peringatan hari ulang tahun partai politik, melalui media sosial.

Namun, kegiatan lain tersebut harus dilakukan dengan membatasi jumlah peserta maksimal 100 orang, menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19.(har)

Comments

comments