Denda Pelanggaran PSBB Kota Bandung Terkumpul Rp15 Juta

Kepala Bidang PPHD Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi saat diwawancara awak media

Acuantoday.com, Bandung – Satpol PP Kota Bandung mencatat selama 2 pekan ini pihaknya telah mengumpulkan denda administratif Rp15 juta dari pelanggar PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Mayoritas dari para pelanggar PSBB ini pelaku usaha yang tak mematuhi jam operasional sesuai aturan pemerintah seperti kafe, restoran, dan tempat hiburan malam (karaoke, diskotik, spa/massage).

Kepala Bidang PPHD (Penegakan Produk Hukum daerah) Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi menyebutkan secara akumulasi ada 31 pelaku usaha yang melanggar operasional di masa PSBB.

“Pelanggarannya ada yang membuka lebih awal, dan ada yang masih berkegiatan setelah jam operasinal padahal telah dinyatakan berakhir,” kata Idris Kuswandi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/1).

Selain jam operasional, lanjut Idris, ada juga pelanggar yang ditindak karena tidak menjalankan protokol kesehatan (prokes). Mirisnya, ada juga kegiatan yang belum boleh beroperasi seperti spa/massage.

Kendati demikian, Idris menyebut hingga saat ini belum ada pemberian sanksi berat yakni pencabutan izin usaha. Sebab, kata dia, sanksi tersebut diberikan bagi yang melakukan pelanggaran secara berulang.

“Sejauh ini kami dari Satpol PP Kota Bandung masih menindak dengan sanksi administrasi di PSBB 2 pekan yang lal kalau sanksi berat  belum. Kan itu sampai ke tindakan pencabutan izin,” jelasnya.

Sementara untuk menekan terjadinya kembali pelanggaran di perpanjangan PSBB Proporsional sampai 8 Februari 2021, lanjut Idris pihaknya akan terus melakukan upaya edukasi, sosialisasi.

“Kita juga akan mendorong Satgas tingat kecamatan dengan kelurahan untuk lebih tegas sebagaimana di Perwal. Mereka punya kewenangan yang hampir sama seperti Satgas Covid-19 kota,” bebernya.(dila)

Comments

comments