Satu Tahun Jokowi: Mahasiswa Kembali Gelar Demo Lanjutan 20 Oktober

Demonstrasi menolak UU Ciptaker di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin. Massa terdiri dari buruh, mahasiswa hingga pelajar STM. Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta―Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal menggelar demonstrasi lanjutan menolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja, 20 Oktober mendatang, bertepatan dengan satu tahun Jokowi menjabat sebagai Presiden RI di periode kedua.

Aksi ini sekaligus sebagai respon mahasiswa setelah aksi 16 Oktober lalu, berujung nihil.

Seperti diketahui, para mahasiswa pada Jumat, dua hari lalu, pukul 13-17, menggelar aksi massa menolak UU Cipta Kerja. Namun, hingga aksi selesai, Presiden Joko Widodo tak kunjung menemui mahasiswa.

Mereka hanya ditemui oleh seorang staf khusus milenialnya, Aminuddin, yang dianggap tidak dapat merepresentasikan presiden.

Merespon sikap Istana tersebut, Koordinator BEM SI Remy Hastian, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10) mengatakan, aliansi BEM SI akan kembali melanjutkan aksi demo menuntut pencabutan UU Cipta Kerja, sekaligus menyuarakan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR.

“(Demo ini) sekaligus bertepatan dengan satu tahun kerja Bapak Jokowi-Bapak Ma’ruf Amin pada 20 Oktober,” ujar Remy.

Remy belum menyebut berapa banyak mahasiswa yang akan terlibat dalam aksi demo.

“Kami masih lakukan konsolidasi, yang jelas bisa ribuan seperti 8 Oktober kemarin,” ucapnya.

Terkait tuntutan dan pernyataan sikap yang bakal disampaikan, ia menegaskan berfokus pada empat hal.

Pertama, mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu untuk mencabut UU Ciptaker. Kedua, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan produk hukum tersebut.

Ketiga, mengecam berbagi tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aski. Keempat, mengajak seluruh mahasiswa seluruh Indonesia bersatu demonstrasi hingga UU Ciptaker dicabut. (rwo)

Comments

comments