Sebanyak 30% Orang Dewasa di Inggris Merasa Hidup akan Normal Dalam 6 Bulan

Ilustrasi-- sumber foto bbc.com

Acuantoday. com— Sekitar tiga dari 10 orang dewasa merasa bahwa kehidupan akan kembali normal dalam waktu enam bulan atau kurang, meningkat dari sekitar satu dari 10 orang kurang lebih dua bulan lalu, kata Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics/ONS) Inggris pada Jumat (11/12).

Angka optimisme tertinggi tercatat di London. Sepertiga orang dewasa di ibu kota Inggris itu merasa kehidupan mereka akan kembali normal dalam enam bulan. Tingkat harapan terendah, 25 persen orang dewasa, tercatat di Inggris Timur serta wilayah Yorkshire dan Humberside.

Secara nasional, tanda-tanda harapan akan masa depan tercatat paling tinggi di kalangan orang dewasa berusia 70 tahun ke atas, dengan hampir satu dari tiga orang merasa kehidupan mereka akan kembali normal dalam enam bulan atau kurang.

Sementara itu, 32 persen pria dan 34 persen wanita meyakini pemulihan pasca-Covid 19 akan memakan waktu lebih lama. Mereka percaya kehidupan akan kembali normal dalam tujuh bulan hingga satu tahun.

Menurut ONS, survei terbaru mereka mengungkapkan bahwa 19 persen orang dewasa di Inggris mengalami beberapa bentuk kecemasan dan depresi pada November, dua kali lipat jumlah yang dilaporkan sebelum pandemi.

Hampir setengah dari orang dewasa melaporkan bahwa kesejahteraan mereka terdampak oleh pandemi, meningkat menjadi 81% di kalangan orang-orang yang pernah mengalami semacam depresi dan/atau semacam kecemasan.

Di kalangan orang yang mengatakan bahwa coronavirus memengaruhi kesejahteraan mereka, efek yang paling umum dilaporkan adalah merasa stres atau cemas (62 %), merasa bosan (51%), dan merasa khawatir tentang masa depan (49%).

Inggris saat ini berada di bawah sistem pembatasan coronavirus tiga tingkat yang baru. Sistem itu, yang menempatkan sekitar 98% kawasan Inggris dalam level tertinggi, Tingkat Dua dan Tingkat Tiga, akan ditinjau ulang pada 16 Desember.

Agar kehidupan dapat kembali normal, sejumlah negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin coronavirus. ***cit/xinhua/ant

Comments

comments