Sebanyak 94 Persen Pasien Covid 19 di Kabupaten Bekasi Sembuh

Arsip Foto. Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengambil spesimen usap hidung pasien untuk pemeriksaan COVID-19. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Acuantoday.com—  Sebanyak 3.453 orang atau sekitar 94 persen dari seluruh pasien Covid 19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sudah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona tipe baru.

“Tingkat kesembuhan Covid 19 di wilayah kami sudah di angka 94 persen, tertinggi selama pandemi,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Sabtu.
“Tiga persen lainnya (masih) isolasi mandiri, dua persen dirawat, dan satu persen meninggal dunia,” tambahnya.

Alamsyah mengatakan bahwa pada Sabtu ada ​​​​​​92 pasien Covid 19 yang sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan kembali ke rumah masing-masing. “Dalam sepekan terakhir, sejak Hari Minggu kemarin sampai hari ini, sudah ada 379 orang yang dinyatakan sembuh,” katanya.

Meski jumlah pasien yang sembuh semakin banyak, ia melanjutkan, namun jumlah kasus Covid 19 masih mengalami penambahan. “Hari ini ada penambahan 41 kasus positif baru. Dalam sepekan terakhir totalnya ada 172 kasus positif baru. Kami terus melakukan pelacakan, penapisan, serta tes usap massal guna memutus rantai penyebaran virus,” katanya.

Jumlah akumulatif kasus Covid 19 di Kabupaten Bekasi total 3.663 kasus dengan perincian 3.453 pasien sudah sembuh, 51 pasien meninggal dunia, 60 pasien dirawat di rumah sakit, dan 99 orang menjalani karantina.

Menurut Alamsyah, 29 dari 60 pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit dan 22 dari 99 orang yang menjalani karantina di fasilitas isolasi sudah diizinkan kembali ke rumah masing-masing setelah hasil pemeriksaan menunjukkan mereka sudah bebas dari infeksi virus corona.

Ia kembali mengingatkan warga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penularan virus corona. “Kami ingatkan sekali lagi bahwa pandemi virus ini belum berakhir. Warga diimbau tetap menjalani aktivitas dengan berpedoman pada anjuran kesehatan dari pemerintah,” katanya.

“Jangan lengah dan kendur, protokol kesehatan secara ketat harus terus dijalankan dengan disiplin dan penuh rasa tanggung jawab,” demikian Alamsyah.***cit

 

Comments

comments