Sebelum Ditangkap, Oknum Perwira Polisi Kurir Narkoba Sudah Diintai

Oknum perwira polisi berinisial IZ saat digelandang bersama rekannya HW (52) usai ditangkap membawa barang haram tersebut saat melintas di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Jumat malam (23/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB./Foto : Antara

Acuantoday.com, Pekanbaru- Oknum perwira berpangkat Kompol yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau ditangkap karena menjadi kurir narkoba.

IZ ditangkap bersama rekannya HW (52) saat membawa barang haram tersebut saat melintas di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Jumat malam (23/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Penangkapan keduanya dilakukan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau.

“Dari penangkapan dua pelaku ini, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menyita barang bukti 16 kilogram narkotika jenis sabu,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Effendi saat konferensi pers, Sabtu (24/10).

Agung menegaskan IZ bukan lagi anggota Kepolisian Republik Indonesia. “Kemarin mungkin anggota, tapi hari ini bukan. Makanya saya hanya sebut nama, tapi pangkatnya tidak, karena sudah tidak punya pangkat,” ucap Agung.

Dengan nada kesal Agung berharap majelis hakim menghukum para pelaku dengan hukuman yang berat. “Saya harap hakim memberikan hukuman yang layak untuk penghianat bangsa ini,” ungkapnya.

Penangkapan perwira Polri itu dilakukan sudah diintai Lihat Foto Tangkapan layar video detik-detik penangkapan dua orang pengedar narkoba di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat malam (23/10/2020).

Kata Agung, sebelum ditangkap, kedua pelaku ini sudah diintai. Awalnya tersangka HW ditelepon oleh seseorang berinisial HR yang masih DPO untuk mengambil sabu di Jalan Parit Indah, Pekanbaru.

Kemudian, HW menelepon IZ untuk ikut mengambil barang haram itu. Mereka lalu berangkat mengambil sabu dengan menggunakan mobil Opel Blazer.
“Setibanya di Jalan Parit Indah, datang dua orang menggunakan sepeda motor memberikan dua tas ransel diduga berisikan sabu ke dalam mobil,” ujarnya.

Usai narkoba diterima kedua tersangka, polisi pun bergerak namun pengintaian diketahui, kemudian berusaha kabur. Kejar-kejaran pun terjadi seperti film laga.

Polisi yang mengejar akhirnya meletuskan tembakan peringatan beberapa kali ke dalam mobil dari arah sebelah kanan untuk menghentikan mereka. Namun para pelaku terus berupaya kabur hingga menabrak beberapa kendaraan lain.

Akibatnya, IZ mengalami luka tembak di bagian lengan dan punggug dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan. Sementara rekannya HW mengalami luka sobek di kepala akibat benturan dalam mobil.

“Petugas akhirnya berhasil menghentikan pelarian dua tersangka dan mengamankan barang bukti 16 bungkus sabu dalam bentuk kemasan teh. Tersangka dan barang bukti diamankan ke Polda Riau,” ungkapnya.(har)

Comments

comments