Sebelum Vaksin Tersebar, Luhut: Dua Hingga Tiga Bulan Masa Kritis

Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan./Foto: Antara

Acuantoday.com, Yogyakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, periode dua hingga tiga bulan ke depan merupakan masa kritis penanganan COVID-19, sebelum vaksin mulai didistribusikan.

Luhut, yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) mengatakan perlu upaya lebih tegas untuk mengubah perilaku masyarakat menyusul kenaikan kasus yang cukup signifikan di bulan September. 

Kendati begitu, ia mengklaim jumlah angka kesembuhan terus mengalami kenaikan.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan mengatakan, kondisi saat ini dalam situasi paradoks. Pasalnya, ekonomi tidak bisa dibiarkan dibatasi terlalu lama. 

“Tapi, membuka ekonomi pun justru membuat kasus semakin tinggi, sementara vaksin hingga saat ini belum tersedia,” kata Luhut dalam jumpa pers virtual penanganan COVID-19, Jumat (18/9) malam.

Luhut melihat penanganan pandemi ini seperti seni, yakni  bagaimana memelihara keseimbangan antara penanganan COVID-19 dan ekonomi,  sekaligus menunggu masa critical dilewati dengan adanya vaksin dan obat.

Ia menegaskan, tengah melakukan sejumlah upaya penanganan COVID-19 di delapan provinsi, kontributor terbesar kasus wabah tersebut.

Ke delapan provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, dan Sumatera Utara. Papua juga ikut ditambahkan dalam daftar meski bukan kontributor teratas sehingga total ada sembilan provinsi.

“Saya diperintahkan presiden mengkoordinir di delapan provinsi, sembilan sebenarnya, yang berkontribusi 70 persen dari total kasus di Indonesia,” katanya 

Luhut menjelaskan pihaknya akan mendorong perubahan perilaku masyarakat lebih cepat lagi untuk melaksanakan protokol kesehatan. Tim juga harus bisa mendorong penurunan penambahan kasus harian, serta meningkatkan tingkat kesembuhan dan menurunkan tingkat kematian.

“Dan kelima penurunan mortality case (kasus kematian). Dari lima hal ini, diterjemahkan ke depan apa-apa yang dilakukan dan sekarang sedang jalan,” katanya.

Luhut mengaku tidak ada hal istimewa yang dilakukannya. Ia juga mengaku dibantu banyak anak muda, termasuk epidemiolog muda dalam upaya pengawasan penanganan COVID-19.

Mantan Menko Polhukam itu berharap jika masa kritis bisa dilewati, maka pada tahun depan Indonesia diharapkan berada pada kondisi yang baik. Namun, ia mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat harus kompak dan tidak saling menyalahkan atau menuduh sana sini.

“Tenang saja, kita selesaikan ini dengan baik. Bahwa ini akan kita upayakan untuk betul-betul jangan sampai ada outbreak,” pungkasnya. (ahm)

Comments

comments