Sebelum Vaksin Tersedia, Begini Cara Ampuh Lawan COVID-19

Ilustra Dokter dan Perawat sedang menganani pasien/ Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Saat ini warga dunia masih menanti-nanti kehadiran vaksin COVID-19. Indonesia sendiri sudah berupaya maksimal menghadirkan vaksin ini agar segera dapat digunakan masyarakat. Tapi, ternyata ada lho cara efektif menangkal korona, selain vaksin.

Ketua Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI, dr Eka Ginanjar mengatakan, sebelum vaksin Covid-19 selesai diujicoba dan terbukti efektif dan aman digunakan untuk melawan Covid-19, maka tidak ada vaksin yang lebih baik daripada protokol kesehatan.

Yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, serta menjaga jarak (3M).

“Walaupun sulit dan banyak masyarakat belum terbiasa, namun langkah 3M ini adalah cara yang paling efektif hingga saat ini dalam mencegah penularan,” kata Eka kepada Acuantoday.com, Sabtu (10/10).

Meski begitu, Eka juga mengingatkan masyarakat dalam penggunaan jenis masker kain yang nonmedia sebaiknya dicuci setelah beraktifitas, dan diganti dengan masker baru yang bersih dalam aktifitas berikutnya.

Sedangkan, apabila menggunakan masker medis seperti masker bedah, N95 dan KN95, maka sebaiknya masker dibuang di tempat sampah dalam keadaan tidak utuh untuk mencegah didaur ulang.

“Bila penggunaan untuk medis maka digolongkan dalam sampah medis yang harus dikelola khusus,” tegasnya.

Eka mengaku, dirinya sadar betul ketidaknyamanan masyarakat dalam menggunakan masker saat beraktifitas.

Namun ia menegaskan, disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, bukan semata-mata hanya menjaga keselamatan diri sendiri, namun juga keluarga dan orang disekitar.

Terutama saat ini yang paling diwaspadai adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bisa saja merasa sehat dan terus beraktifitas dengan mengabaikan protokol kesehatan.

“Sebagian besar pasien Covid yang ditangani para dokter merasa menyesal tidak mematuhi protokol kesehatan setelah terkena Covid,” katanya.

Para pasien itu, lanjut dia, merasakan betul bahwa Covid itu nyata dan menyiksa tubuh.

“Oleh karena itu, cegah lah diri Anda dari penularan, dan cegahlah diri Anda juga untuk menjadi sumber penularan,” tutup Eka. (rht)

Comments

comments