Sebut Ada Pelanggaran, Anggota DPR Minta Polisi Tindak Lanjuti Temuan Komnas HAM

Rekonstruksi di titik pertama peristiwa penembakan enam anggota FPI./Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Anggota Komisi III DPR Taufik Basari meminta kepolisian untuk segera menindaklanjuti temuan Komnas HAM yang menyebut adanya pelanggaran HAM terhadap empat laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas di Km50 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek 7 Desember 2020 lalu.

“Pihak kepolisian hendaknya menjadikan hasil investigasi Komnas HAM sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut terhadap peristiwa penembakan terhadap enam anggota FPI ini,” kata Basari kepada wartawan, Sabtu (9/1).

Menurut Basari, hasil investigasi Komnas HAM harus ditindaklanjuti mengingat Komnas HAM merupakan lembaga negara yang bekerja berdasarkan UU. 

Hasil investigasi Komnas HAM membenarkan adanya ada kontak senjata antara Laskar FPI dan aparat kepolisian, hingga dua Laskar FPI tertembak, namun untuk empat Laskar FPI lainnya ditembak dalam mobil yang dibawa polisi, hingga ada dua peristiwa yang berbeda.

“Khusus untuk penembakan empat orang di dalam mobil mesti didalami oleh pihak kepolisian dengan penyelidikan lanjutan mengenai bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi dengan menggunakan metode scientific investigation,” jelasnya. 

Kejelasan mengenai peristiwa penembakan 4 orang di dalam mobil inilah, menurut dia harus dipastikan apakah benar ada unsur unlawfull killing dalam peristiwa tersebut.

Untuk itu, Anggota Komisi Hukum di DPR RI ini berharap pihak kepolisian sejatinya melakukan kordinasi dengan Komnas HAM, agar proses lanjutan hasil investigasi ini berjalan dengan baik. 

“Saya berharap koordinasi antara pihak kepolisian dengan Komnas HAM dapat dilanjutkan dan dapat berjalan dengan baik demi memastikan terang dan jelasnya peristiwa ini,” harapnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan dari enam Laskar FPI ada empat yang merupakan pelanggaran HAM. Oleh sebab itu, Komnas HAM merekomendasikan empat anggota Laskar FPI yang meninggal dunia tersebut bisa dibawa ke pengadilan. (rht)

Comments

comments