Segala Hal tentang Lupus dan 7 Gejala yang Perlu Anda Tahu

Ilustrasi gejala lupus--- sumber foto healthline.com

Acuantoday.com— Masih ingat ketika penyanyi Ashanty curhat dirinya divonis mengidap penyakit autoimun tahun 2019. Dengan wajah sedih dan hampir menangis, istri Anang Hermansyah ini mengungkapkan betapa terpukul dirinya mendengar vonis itu. Bayang-bayang menyeramkan lantas menyerbu pikirannya. Apa yang terjadi pada Ashanty juga dialami banyak orang termasuk bintang-bintang dunia seperti Selena Gomez dan Kim Kardashian yang juga divonis lupus.

Mengutip WebMd, Lupus tergolong penyakit autoimun dan merupakan penyakit gangguan system kekebalan seumur hidup. Sel kekebalan menyerang jaringan sehat tubuh sendiri, menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Gejala mungkin terbatas pada kulit, tetapi lupus lebih sering juga menyebabkan masalah internal seperti nyeri sendi. Dalam kasus yang parah, dapat merusak jantung, ginjal, dan organ vital lainnya. Meski belum ada obatnya, ada perawatan yang bisa meminimalkan kerusakan.

1.Gejala Lupus: Nyeri Sendi

Nyeri sendi dan otot seringkali merupakan tanda pertama lupus. Nyeri ini cenderung terjadi di kedua sisi tubuh secara bersamaan, terutama di persendian pergelangan tangan, tangan, jari, dan lutut. Sendi mungkin terlihat meradang dan terasa hangat saat disentuh. Tetapi tidak seperti rheumatoid arthritis, lupus biasanya tidak menyebabkan kerusakan sendi yang permanen.

2.Gejala Lupus: Ruam Kupu-Kupu

Tanda lupus adalah ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan pangkal hidung. Masalah kulit umum lainnya termasuk kepekaan terhadap sinar matahari dengan serpihan, bintik-bintik merah atau bersisik, ruam ungu di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dan lengan. Beberapa orang juga mengembangkan sariawan.

3.Gejala Lupus: Perubahan Kuku

Lupus dapat menyebabkan kuku retak atau lepas. Mereka mungkin berubah warna dengan bintik-bintik biru atau kemerahan di pangkalan. Bintik-bintik ini sebenarnya ada di bantalan kuku, akibat dari peradangan pembuluh darah kecil. Pembengkakan juga bisa membuat kulit di sekitar pangkal kuku terlihat merah dan bengkak.

4.Gejala Lupus: Demam dan Kelelahan

Kebanyakan penderita lupus mengalami beberapa tingkat kelelahan. Dalam banyak kasus, kondisi ini cukup parah sehingga mengganggu olahraga dan aktivitas sehari-hari lainnya. Kebanyakan pasien juga mengalami demam ringan dari waktu ke waktu. Demam yang tidak dapat dijelaskan ini mungkin satu-satunya tanda peringatan pada beberapa orang.

5.Gejala Lupus: Sensitivitas Cahaya

Banyak penderita lupus sangat sensitif terhadap matahari dan bentuk sinar ultraviolet lainnya. Sehari di pantai dapat memicu ruam kulit di area yang terkena sinar matahari dan memperburuk gejala lupus lainnya. Obat-obatan tertentu dapat membuat penderita lupus menjadi lebih sensitif terhadap sinar UV.

6.Gejala Lupus: Rambut Rontok

Gejala lupus cenderung datang dan pergi, termasuk rambut rontok. Pasien mungkin mengalami periode di mana rambut mereka rontok atau menjadi lebih tipis di seluruh kulit kepala. Setelah flare-up selesai, rambut baru kemungkinan akan tumbuh kembali.

7.Gejala Lupus: Raynaud’s

Beberapa penderita lupus mengembangkan kondisi yang disebut fenomena Raynaud. Jari tangan dan kaki mereka menjadi nyeri, mati rasa, dan kesemutan sebagai respons terhadap suhu dingin atau tekanan emosional. Ini terjadi ketika pembuluh darah kecil kejang dan membatasi aliran darah ke area tersebut. Selama serangan, jari tangan dan kaki bisa menjadi putih atau biru. Orang juga dapat memiliki Raynaud tanpa lupus atau komplikasi kesehatan yang serius.

Lupus atau Sesuatu yang Lain?

Ketika lupus mulai, bisa sangat mirip dengan rheumatoid arthritis, yang menyebabkan nyeri sendi dan bengkak, atau fibromyalgia, yang menyebabkan kelelahan dan nyeri. Salah satu aspek yang membedakan lupus adalah kombinasi ruam kulit dengan nyeri sendi dan kelelahan. Ada juga tes laboratorium yang dapat membantu membedakan lupus dari penyakit lain.

Mendiagnosis Lupus

Mendiagnosis lupus bisa jadi rumit. Penyakit ini dapat menyerupai kondisi lain, dan seringkali terjadi pada orang yang berbeda. Meskipun tidak ada satu tes untuk lupus, protein tertentu biasanya muncul dalam darah pasien.

Tes darah untuk antinuclear antibodies (ANA) dapat memberikan petunjuk penting. Tes laboratorium lain mungkin memeriksa jumlah sel, fungsi ginjal, dan waktu pembekuan. Biopsi jaringan dari organ yang terlibat seperti kulit atau ginjal terkadang membantu diagnosis.***dian

Comments

comments