Sejumlah Negara Arab “Mesra” dengan Israel, RI Khawatir Masa Depan Palestina Terabaikan

Dokumentasi - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (tengah) bersama Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki (tengah kiri) berjalan bersama dalam kegiatan "Walk for Peace and Humanity" saat berlangsung hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (14/10/2018). Kegiatan tersebut untuk memperkuat solidaritas dan pemahaman masyarakat terhadap kontribusi dan peran Indonesia pada perjuangan kemerdekaan Palestina. /Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Perkembangan Palestina semakin memperhatikan menyusul sikap beberapa negara Arab yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Tanpa dukungan internasional yang kokoh dikhawatirkan hak politik Palestina akan terabaikan.

“Masa depan Palestina menjadi semakin tidak mudah dan penuh tantangan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam kepada media secara daring, Rabu (30/9)..

Merespon perkembangan di Palestina itu, Retno telah melakukan pertemuan virtual dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Selasa (29/9).

Keputusan Uni Emirat Arab (UAE) dan Bahrain untuk kembali membuka hubungan diplomatik dengan Israel dinilai banyak pihak akan melemahkan perjuangan Palestina mencapai kemerdekaan.

Indonesia sendiri memahami langkah tersebut sebagai niat UAE dan Bahrain yang ingin menyediakan ruang negosiasi dan mengubah pendekatan guna menyelesaikan konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Namun, Indonesia tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina berdasarkan solusi dua negara serta mengecam segala bentuk pendudukan, pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional yang dilakukan Israel.

“Saya menekankan mengenai posisi Indonesia yang akan terus memberikan dukungan bagi perjuangan Palestina,” Retno menegaskan. (ahm)

Comments

comments