Seknas Jokowi: Perlu Ketegasan Pemerintah kepada Siapapun yang Coba Kembalikan Lagi FPI

Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional Joko Widodo (Seknas Jokowi), Dedy Mawardi saat konferensi pers pada satu acara di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto : Kanal YouTube Seknas Jokowi)

Acuantoday.com, Jakarta- Tindakan tegas pemerintah membubarkan dan menyatakan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi terlarang mendapat apresiasi banyak pihak termasuk dari Sekretariat Nasional Joko Widodo (Seknas Jokowi).

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Seknas Jokowi, Dedi Mawardi menilai sikap tegas pemerintah tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir melindungi ideologi Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara.

“Seknas setuju tindakan tegas pemerintah itu sepanjang untuk melindungi keselamatan nasional yang lebih besar yakni Ideologi Pancasila dan terjaminnya Hak Asasi Warganegara untuk hidup aman, damai dan penuh toleransi,” ucap Dedi Mawardi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/12).

Dedi meminta agar tindakan tegas membubarkan FPI tidak hanya sebatas pada tataran formal saja dengan mengumumkan pembubaran dan menyatakan FPI sebagai organisasi terlarang melalui pernyataan resmi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, tetapi ketegasan pemerintah dalam bentuk lain juga tetap diperlukan.

Yaitu mengeluarkan tindakan tegas lainnya kepada siapapun yang berupaya menghidupkan dan mengembalikan FPI sehingga tetap ada tetapi dengan sebutan atau nama lain.

“Menurut kami tindakan tegas itu tidak hanya dilakukan secara formal dengan mengumumkan pembubaran tetapi diikuti tindakan lain yang sesuai dengan hukum. Yaitu kepada siapapun yang mencoba mengembalikan organisasi FPI dengan nama lain di wilayah Indonesia,” tegas Dedi.

Penegasan tersebut disampaikan Dedi menyusul beredar video Pimpinan FPI Rizieq Shihab yang menyatakan FPI akan selalu ada meskipun suatu hari nanti dibubarkan.

Dalam video tersebut Rizieq Shihab menegaskan apabila FPI dibubarkan maka akan diganti dengan nama lain dengan singkatan yang sama, nama yang sama dan kerjaan yang sama pula.

Berikut kutipan pernyataan Rizieq Shihab dalam video tentang kemungkinan pembubaran FPI.

“Jadi saya tidak pernah pusing dengan pembubaran, nanti kalau dibubarkan lagi kita bentuk Front Persaudaraan Islam (FPI), singkatannya sama, namanya sama, kerjaannya juga sama. Kalau dibubarkan lagi kita ganti nama Front Penjaga Islam (FPI),” sebut Rizieq Shihab dalam pidatonya.

Lebih jauh, Dedi menambahkan pemerintah tidak perlu khawatir terhadap cibiran sebagian masyarakat atas ketegasan sikapnya kali ini. Sebab, baginya kepentingan nasional lebih penting dari kepentingan personal maupun kelompok.

“Pemerintah tidak perlu khawatir di bilang otoriter yang penting kepentingan nasional, ideologi pancasila dan hak asasi warganegara terlindungi,” tegasnya.(har)

Comments

comments