Selain Pandemi, Indonesia Dibayang-bayangi Tiga Masalah Besar Kesehatan

Ketua Forum Kesehatan Nusantara Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Ketua Forum Kesehatan Nusantara Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG mengatakan, Indonesia saat ini memiliki tiga permasalahan besar kesehatan di tengah era revolusi industri 4.0.

Tiga penyakit itu adalah penyakit infeksi, penyakit tidak menular dan penyakit new emerging.

Data riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan buruknya semua indikator penyakit degeneratif, mulai dari obesitas, kebiasaan merokok, anemia pada ibu hamil, hipertensi, penyakit ginjal kronik dan kencing manis.

Iko, demikian Budi Wiweko biasa disapa, menyebutkan, tidak kurang dari 21,8 persen proporsi penduduk Indonesia mengalami obesitas. Sementara, dua persen prevalensi kencing manis, serta 3,8 per mil penderita penyakit ginjal kronik pada populasi di atas usia 15 tahun.

“Angka ini tergolong cukup tinggi bila dibandingkan dengan prevalensi di negara tetangga ataupun negara maju di dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, penyakit infeksi tuberkulosis dan demam berdarah masih menjadi stigma menakutkan dengan case fatality rate yang cukup tinggi di Indonesia.

Bahkan, saat ini Indonesia masih bercokol pada peringkat kedua untuk prevalensi tuberkulosis di dunia, bersaing ketat dengan India.

Sementara itu, meningkatnya angka harapan hidup serta berkah keberhasilan program keluarga berencana akan membawa Indonesia pada bonus demografi tahun 2030.

“Kurang lebih 15 persen populasi Indonesia atau sekitar 45 juta penduduk pada tahun 2030 merupakan kelompok usia lanjut, yang bila tidak disiapkan dengan baik akan menjadi beban bagi negara kita tercinta,” kata Wakil Direktur IMERI-FKUI itu.

Tahun 2019, lanjutnya, indeks pembangunan manusia Indonesia sebesar 0.694 (termasuk klasifikasi medium), menempati peringkat 116 bersama Vietnam dari 189 negara di dunia, dengan parameter yang sangat menentukan dalam indeks ini adalah tingkat pendidikan dan kesehatan.

Dikatakan Iko, sektor kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas bagi bangsa ini ke depan.

“Pandemi Covid-19 telah membuka mata kita semua, bagaimana rapuhnya ketahanan kesehatan di negara kita, bagaimana sistem tersebut diuji oleh keadaan pandemi Covid–19, mulai dari ketersedian APD, ruang isolasi, ruang ICU, ventilator, obat–obatan antivirus, pengolahan data yang masih perlu ditingkatkan,” tegasnya. (ahm)

Comments

comments