Selama September Polisi Sita Sabu sebanyak 87 kg

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko. Jumat (25/9/2020) BNN merilis penyitaan barang bukti sabu selama bulan September yang jumlahnya mencapai 87 kg./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap enam kasus narkoba dengan total barang bukti 87,4 kilogram sabu dan 70.227 butir ekstasi selama bulan September 2020.

“Dari pengungkapan seluruh kasus tersebut, BNN mengamankan 19 orang tersangka di wilayah Aceh, Medan, Jambi, Tasikmalaya dan salah satunya adalah di Palembang yang diduga melibatkan wakil rakyat,” ujar Kepala BNN Heru Winarko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Adapun rinciannya, pada 8 September, BNN meringkus jaringan peredaran ekstasi di Aceh dan Sumut. Dalam penangkapan itu, BNN menetapkan empat tersangka berinisial DA, SY, BUR, dan AS dengan barang bukti 30.000 butir ekstasi yang mereka bawa dari Malaysia ke Aceh melalui jalur laut.

Selanjutnya pada 13 September, BNN kembali mengungkap jaringan narkoba yang beroperasi di Jambi dan Sumatera Utara dengan barang bukti 24 kilogram sabu dan 15.896 butir ekstasi.

Mulanya BNN menangkap tersangka A yang kedapatan membawa 5,22 gram sabu dan 3 bungkus ekstasi dengan menggunakan mobil sambil dipandu dua pemotor menuju Dusun 4 Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, Jambi.

Setelah mengungkap dua kasus di atas, BNN kembali membongkar kasus serupa pada 15 September dengan total barang bukti 17 kilogram sabu dan 10.212 butir ekstasi di Medan yang merupakan bagian dari jaringan syekh.

Penangkapan bermula dari pemantauan BNN terhadap jaringan di Medan itu hingga akhirnya berhasil menangkap salah satu tersangka, MJ, saat ia menerima tas berisi 5,3 kilogram sabu yang dibungkus dalam 5 kemasan teh cina dari sebuah mobil.

Petugas BNN kemudian mengejar mobil tersebut hingga mendapatkan barang bukti berupa 11 bungkus kemasan teh cina dan 1 bungkus plastik berisi 10.212 butir ekstasi.

Kasus selanjutnya, BNN menggagalkan pengiriman narkoba dari Aceh ke Tasikmalaya pada 16 September.
Pada hari yang sama, BNN juga mengungkap jaringan lainnya di Kampung Jawa Idi Rayuek, Kabupaten Aceh Timur. BNN menangkap tersangka berinisial R dengan barang bukti 17 kilogram sabu yang dikemas ke dalam 17 bungkus teh cina.

Terakhir, BNN mengungkap jaringan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Palembang pada 22 September. Awalnya BNN mengamankan dua kurir berinisial W dan A saat menerima paket berisi 30.000 butir pil ekstasi dari perempuan berinisial Y di Pasar Macan Lindung.(ian)

Comments

comments